Home / Kabupaten / Muswil VII, Gubernur Kalsel: LDII Kalsel Harus Bisa Jadi Solusi Masalah

Muswil VII, Gubernur Kalsel: LDII Kalsel Harus Bisa Jadi Solusi Masalah

Sleman – Musyawarah Wilayah (Muswil) VII  Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalimantan Selatan (Kalsel) dihelat di Hotel Best Western, Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (20/03/2022). Acara dibuka oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik, Sulkan.

Muswil VII LDII Kalsel, menurut Ketua DPW LDII Kalsel Dedi Supriatna, diikuti oleh 11 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten/Kota, 35 Pengurus Cabang (PC) dan 75 Pengurus Anak Cabang (PAC). “Selain diikuti peserta yang hadir di lokasi, terdapat 14 titik studio mini,” ujar Dedi.

Dalam sambutannya, Gubernur menyoroti peran ormas LDII. “Acara ini menjadi momentum paling penting untuk mengoptimalkan peran dan tanggung jawab LDII dalam menjawab segala macam permasalahan yang terjadi, khususnya yang ada di Banua tercinta ini,” ujar Gubernur Kalsel, sebagaimana dibacakan oleh Sulkan.

Musyawarah Wilayah (Muswil) VII DPW LDII Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/03/2022)

Sahbirin Noor menilai Muswil LDII Kaltim menjadi sarana silaturahim, koordinasi dan konsolidasi antara pengurus LDII di Kalsel. Namun, yang terpenting adalah bagaimana Muswil juga mampu menjawab tantangan dalam berbagai bidang.

Menurutnya, bangsa Indonesia memiliki cerita sejarah yang panjang, demi lahirnya sebuah kemerdekaan. Peran organisasi keagamaan tidak kalah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bahkan jauh sebelum kemerdekaan, semangat Islam beriringan tumbuh dan menyebar luas di seluruh pelosok tanah air.

“Semangat lahirnya LDII tidak terlepas dari harapan masyarakat dalam berbangsa bernegara yang Islami yang dilandasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya. Ia meminta LDII bisa berperan, sekaligus dapat diandalkan dalam membantu pemerintah. Ia mengingatkan, ormas Islam bisa mengambil peran menjadi solusi dalam masalah keagamaan, sosial, maupun konteks kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Saat ini umat Islam tak terkecuali di Kalimantan Selatan tengah menghadapi berbagai macam tantangan yang menyebabkan merosotnya moral generasi pemuda. Mulai dari masalah narkoba, pergaulan bebas hingga masalah terorisme dan radikalisme,” imbuhnya. Ia berharap tokoh-tokoh agama khususnya para pendakwah yang lahir dari LDII Kalimantan Selatan mampu mengemban tanggung jawab yang tidak ringan tersebut.

Pada perhelatan Muswil LDII Kalsel, Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, mengapresiasi kinerja DPW LDII Kalsel. Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, DPW mampu melaksanakan Muswil secara luring maupun daring. “Muswil ini merupakan momen penting dalam hal mengambil keputusan dan menunjuk kepemimpinan yang sekiranya mampu mengantisipasi lingkungan strategis,” katanya.

Muswil dapat menjadi sarana konsolidasi yang menghasilkan solusi masalah bangsa, “Pandemi telah membawa krisis kesehatan dan berdampak terhadap ekonomi. Untuk mengembalikan kepada kondisi semula bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua komponen bangsa, termasuk juga ormas. Bagaimanapun, LDII harus berbuat dalam rangka menyikapi lingkungan strategis sekarang ini yang telah berubah,” imbuhnya.

Pemukulan Gong oleh Sulkan mewakili Gubernur Kalimantan Selatan, pada Minggu (20/03/2022)

KH Chriswanto juga mengingatkan kepada pengurus LDII, dengan diputuskan dan diundangkan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN), tentunya menjadikan posisi Kalsel sebagai penyangga IKN, “Muswil ini harus mampu mengantisipasi dan membuat program untuk membantu pemerintah dalam mengatasi perubahan lingkungan strategis,” ungkapnya.

Dengan melaksanakan delapan program kerja LDII pada bidang kebangsaan, keagamaan, pendidikan umum, kesehatan, teknologi digital, ekonomi syariah, energi baru terbarukan, pangan dan lingkungan hidup, LDII Kalsel diharapkan mampu berkontribusi besar terhadap pembangunan. Ia berharap klaster lingkungan menjadi perhatian DPW LDII Kalsel. Mengingat, ibu kota yang dipindah ke Kalimantan membawa tantangan besar yakni perubahan lingkungan, “Kami berharap LDII Kalsel dan warganya, bisa berkontribusi menjaga alam agar tetap asri dan berwawasan lingkungan, jadi meskipun ibu kota berada di Kalimantan, hutan dan alamnya tetap terjaga. Ini sebetulnya peluang bagi Kalsel. Ibu kota dipindah ke Kalimantan, maka Kalsel bisa ikut menjadi maju dan sejahtera. Apa gunanya IKN dipindah, kalau Kalsel tetap stagnan. Maka, LDII Kalsel harus menjadi pelopor untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan masalah di daerah,” tegasnya.

Secara aklamasi, rapat paripurna Muswil VII LDII Kalsel kembali menetapkan Dedi Supriatna sebagai Ketua DPW LDII Kalsel. Posisi Sekretaris DPW LDII Kalsel juga tetap dipercayakan pada Budiono. Menurut keduanya, LDII Kalsel bertekad meningkatkan pembangunan SDM di wilayahnya, untuk menyukseskan pembangunan di Kalsel. Selain itu, kerjasama antara pemerintah provinsi dan LDII Kalsel yang sudah berjalan baik akan terus ditingkatkan supaya Kalsel menjadi yang terdepan.

About anwar rovik

Check Also

Muswil Banten, LDII Tekankan Kolaborasi Hadapi Tantangan Abad 21

Sleman – Indonesia menghadapi berbagai tantangan kehidupan berbangsa dan bernegara, tak terkecuali di abad ke-21. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.