Suwarjo: Pembinaan Umat LDII Selaras dengan Visi Pembangunan Daerah

Sleman – Kementerian Agama (Kemenag) menggandeng Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman menyelenggarakan pembinaan kepada tokoh-tokoh agama Islam se-Kabupaten Sleman, pada Senin dan Rabu 23 dan 25 Mei 2022 di Kantor Kemenag.

H. Sidik Pramono, S.Ag., M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, menyebut pembinaan tokoh agama Islam ini bertujuan untuk menyamakan persepsi. Selain itu, kegiatan diharapkan dapat mewujudkan moderasi beragama dengan memberikan pemahaman keagamaan yang moderat kepada masyarakat. Acara ini turut mengundang berbagai organisasi masyarakat (ormas), meliputi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Majelis Tafsir Al-qur’an (MTA).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sleman, Suwarjo, S.I.P., M.Si. didampingi beberapa pengurus harian hadir di hari kedua. Pada kesempatan ini, Kepala Kemenag Kabupaten Sleman, memaparkan materi bertajuk “Peran Tokoh Agama Islam dalam Mewujudkan Rumah Bersama yang Cerdas, Sejahtera, Berdaya Saing, Menghargai Perbedaan dan Memiliki Jiwa Gotong Royong”.

Menurutnya, tokoh agama Islam memiliki tiga peran di masyarakat, yaitu peran informatif dan edukatif, konsultatif, dan advokatif. Ia berharap para tokoh agama Islam di Kabupaten Sleman memiliki peran aktif untuk membina umat Islam di lingkungan organisasinya masing-masing. “Sikapi perkembangan teknologi informasi dengan bijak, sehingga generasi penerus tidak salah dalam memilih informasi yang ada di dunia maya,” ungkapnya.

Pengurus DPD LDII Kab. Sleman menghadiri kegiatan pembinaan tokoh agama Islam oleh Kemenag (Rabu, 25/05/2022)

Kepala Bagian Kesra Setda Kabupaten Sleman, Mustadi, S.Sos., M.M., menyampaikan materi “Pencegahan Kekerasan Anak di Jalanan”. Ia berharap bahwa warga masyarakat khususnya tokoh agama turut andil dalam pembinaan umat di sekitarnya, khususnya generasi muda, sehingga kenakalan remaja bisa dikendalikan. “Juga memberikan bekal kepada orangtua/wali agar mampu memberikan pemahaman kepada anak yang masing-masing memiliki karakter yang berbeda. Hal ini sebagai wujud keprihatinan pada perilaku anak-anak, misalnya terjadinya klithih,” papar Mustadi.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD LDII Kabupaten Sleman menegaskan kembali bahwa program pembinaan di ormas LDII sesuai dengan visi pembangunan Pemerintah Daerah Sleman, seperti yang dipaparkan para narasumber. “Pembekalan ilmu agama sejak usia dini akan menghasilkan generasi penerus yang berakhlak mulia dan menjadikan sumber daya manusia berkualitas,” tandas Suwarjo.

About anwar rovik

Check Also

Cetak Generasi Unggul, LDII Perkuat Tri Sukses Generus

Sleman – “Generus diharapkan mampu menjadi insan yang profesional religius dalam kehidupannya. Untuk mewujudkannya, diperlukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.