DPRD DIY Gandeng LDII Sosialisasikan Etos Kerja Istimewa

Sleman – DPRD DIY gandeng PC LDII Depok dalam “Sosialisasi Etos Kerja Istimewa, Bagaimana Budaya Jawa dapat Mengangkat Etos Kerja” di Limasan Maguwo, Depok, Kabupaten Sleman, pada Kamis (15/9/2022). Kegiatan tersebut dihadiri 20 pesert perwakilan generasi muda LDII se-Kapanewon Depok, sejumlah 20 peserta.

Anggota Komisi D DPRD DIY Nurcholis Suharman mengungkapkan, kegiatan tersebut memiliki tujuan menumbuhkan etos kerja bagi generasi muda, “Selain itu, kami sosialisasikan strategi mengakses lapangan kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY),” ujarnya.

DPRD DIY gandeng warga LDII dalam Sosialisasi Etos Kerja Istimewa (Kamis, 15/09/2022)

Dalam acara tersebut, Seksi Pemagangan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY Reny Ekawati Chasanah, menjelaskan fungsi dari Disnakertrans. “Kami mempersiapkan lulusan sekolah dan kuliah memasuki dunia kerja. Melalui pemagangan, pelatihan, dan akses informasi lowongan pekerjaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, bersamaan dengan peningkatan pengetahuan dan skill kerja, Komite Vokasi dan Produktivitas Daerah DIY, Rommy Heryanto menekankan pentingnya etos kerja. “Konteks sumber daya manusia unggul ada tiga, yakni pengetahuan, hard skill dan soft skill,” jelasnya.

Untuk memperkuat soft skill, maka perlu dipahamkan empat karakter etos kerja istimewa. “Sawiji atau konsentrasi penuh. Greged atau semangat yang membara dalam jiwa seseorang. Sengguh atau percaya diri. Dan ora mingkuh, atau pantang mundur,” imbuhnya.

Sosialisasi Etos Kerja Istimewa oleh anggota DPRD DIY (Kamis, 15/09/2022)

Ketua PC LDII Depok, Dody Irawan mengungkapkan hal tersebut sejalan dengan LDII yang terus melakukan pembentukan karakter bagi warganya dengan periode sepanjang hidup. “Kami punya 6 Tabiat Luhur dan Tri Sukses pembinaan generasi penerus, agar menjadi generus yang Profesional Religius,” ujarnya.

Ia melanjutkan, LDII mengimplementasikan bener, kurup dan janji dalam etos kerja warganya. “Pekerjaan sesuai dengan permintaan dan standar mutu yang diinginkan, tidak bohong dan tidak menipu, serta energi yang dikeluarkan sesuai dengan hasil yang didapat. Kemudian tepat mutu dan tepat waktu, komitmen dalam bekerja,” tutupnya.

About anwar rovik

Check Also

Srawung Si Raja: Ketua LDII Sleman Sebutkan Tujuan Usia 20-30 Tahun sebagai Sasaran Pembinaan

Sleman – Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia menggelar Srawung Silaturahmi Remaja Andalan (Srawung Si …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *