
Sleman, (27/5) —Meski telah berlalu, semangat dari Pengajian Akbar yang diselenggarakan di studio utama Masjid Al-Fattah, Kadirojo 2, Purwomartani, Kapanewon Kalasan masih terasa hangat di hati para pesertanya. Tercatat sebanyak 1.561 peserta remaja LDII dari kalangan praremaja hingga usia 30 tahun yang belum menikah. Peserta area masjid sejak pagi dalam kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu, 18 Mei 2025 tersebut.
Acara ini bukan sekadar pengajian biasa, dilakasanakan secara hybrid di empat titik masjid binaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Sleman. Dua tokoh agama yang dihadirkan langsung oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LDII dari Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri hadir membawakan materi penuh makna.

Dr. H. Bambang Raditya, M.M, tampil sebagai pembicara pertama, menyampaikan nasihat agama bertema kiat sukses dunia akhirat. Dalam penyampaian yang penuh semangat, ia menekankan pentingnya menolong agama Allah dan kerja keras. Serta membiasakan diri dengan shalat tahajud dan doa malam. Ia juga mengajak peserta untuk membarokahkan waktu dan membahagiakan orang tua, sebagai kunci kebahagiaan hakiki.
Dalam salah satu kutipannya, Bambang menyuarakan atas kondisi moral remaja saat ini. “Sebagai generasi penerus, kalian harus mampu membentengi diri dari pelanggaran syariat. Terutama dalam pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram. Siapa yang melanggar aturan Allah, pasti akan menuai dosa,” tegasnya.
Tak hanya memberikan peringatan, Bambang juga membagikan tips agar iman tetap terjaga di tengah tantangan zaman. Ia mengajak para peserta untuk mengingat surga karena Allah, melapangkan hati dengan dzikir dan tilawah, serta selalu berprasangka baik kepada Allah (khusnudzonbillah).

Sesi kedua dilanjutkan oleh H. Mirzam Ahmad, yang mengangkat tema pembinaan generasi muda sesuai tuntunan Al-Qur’an dan Hadis. Dalam paparannya, ia mendorong peserta untuk memperkuat pemahaman agama Islam yang bisa diterapkan dalam kehidupan nyata. Ia menekankan pentingnya membentuk pribadi yang berakhlakul karimah, alim, faqih, serta mandiri. Tak lupa, ia mengingatkan akan kewajiban berbakti kepada orang tua dan menjauhi segala bentuk maksiat. “Jogja dikenal sebagai kota pelajar, jadi pelajar di Jogja harus bisa menunjukkan dan memberikan contoh yang baik,” pungkas Mirzam.
Mengapa Pengajian Ini Istimewa?
Dibalik angka partisipasi yang tinggi, tersimpan harapan besar dari para panitia dan DPD LDII Sleman menciptakan generasi muda yang tangguh secara spiritual, moral, dan sosial. Dalam suasana yang hangat dan penuh kekhusyukan, pengajian ini menjadi momentum penting dalam membentuk karakter generasi masa depan yang tak hanya cerdas, tetapi juga taat dan berakhlak mulia.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia