JOGJAS 2025: Semangat Peserta dan Dedikasi Guru dalam Musabaqah Keagamaan

Peserta musabaqah
Peserta musabaqah sedang dinilai oleh dewan juri dalam acara JOGJAS 2025.

Sleman (26/7) — Hari pertama digelarnya musabaqah Jogja Jambore Anak Sholih (JOGJAS) 2025 diselimuti suasana penuh semangat oleh peserta. Acara digelar di kompleks Masjid Al-Fatah Kadirojo 2 Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman. Ratusan generasi penerus (generus) LDII dari kabupaten Sleman di DIY berkumpul untuk mengikuti berbagai cabang musabaqah keagamaan.

Di zaman sekarang, generasi cerdas sangat banyak namun yang sholih dan berakhlak mulia cukup sulit ditemukan. Acara tersebut dirancang tidak hanya untuk menilai kemampuan, tetapi juga memperkuat karakter religius dan kebersamaan. Membentuk generasi yang berakhlak mulia serta memiliki karakter religius memerlukan waktu yang lama. “JOGJAS 2025 hadir sebagai wujud nyata merangkul generus untuk melatih mental, memperkuat ilmu agama agar memiliki akhlak yang mulia serta cerdas dalam berpikir,” ujar Luthfi Arzaqi Astrian Ketua Panitia JOGJAS 2025.

MUSABAQAH
Peserta musabaqah JOGJAS 2025 mengikuti nasihat pembuka acara oleh Dewan Penasihat DPD LDII Sleman, H Eka Budiyana.

Tanggapan Peserta dan Dewan Guru

Salah satu peserta, Azkia Kusumawardhani Borahima, santriwati kelas 8 SMP, tampak antusias mengikuti cabang lomba tartil. Ia mengenakan seragam khas wilayahnya dengan semangat yang terpancar dari wajahnya. Rasanya campur aduk, deg-degan tapi senang! Persiapan yang aku lakukan latihan terus bareng ustazah dan juga latihan di rumah membaca alquran setiap habis maghrib dan salat subuh. Alhamdulillah sekarang waktunya menunjukkan hasilnya,” ujar Naila sambil tersenyum.

Selain itu peserta lain yang mengikuti cabang lomba adzan oleh Muhammad Zafran Athasyarif, santri kelas 6 SD juga menceritakan kesiapannya dalam mengikuti lomba tersebut. “Aku latihan terus setiap hari Rabu dan Kamis bersama ustaz. Selama di rumah belajar adzan mandiri dan kurangi minum es karena akan mempengaruhi kesehatan tenggorokan,” ungkap Zafran. Ia berpesan kepada teman-temannya yang belum mengikuti JOGJAS 2025, untuk mengikuti perlombaan seperti ini agar memiliki pengalaman baru yang seru dan ilmu baru.

Peserta musabaqah
Persiapan peserta musabaqah JOGJAS 2025 sebelum penilaian lomba oleh dewan juri.

Tak hanya peserta, para guru pendamping juga memainkan peran penting sejak jauh hari. Mereka tak hanya mendampingi saat acara berlangsung, tetapi juga berkontribusi besar dalam membina mental dan kesiapan peserta.

Ustazah Naila Aisyah, salah satu guru pendamping dari Berbah, menceritakan proses persiapan yang cukup intens. “Sejak diumumkan akan ada JOGJAS 2025, kami mulai mengadakan pelatihan rutin. Anak-anak diajarkan bukan hanya teknik lomba, tapi juga adab dan kepercayaan diri,” jelasnya. Ia juga menambahkan acara JOGJAS 2025 bermanfaat untuk perkembangan anak terutama dalam spiritual dengan menambah ilmu agama dan bersosialisasi dengan orang lain.

Dengan berbagai cabang lomba mulai dari Musabaqah Tartil Al-Qur’an, Musabaqah Hifdzil Qur’an, Musabaqah Adzan, Musabaqah Tausyiah (Nasehat Agama), Musabaqah Syarh Al-Qur’an dan Hadits, serta Musabaqah Fahm Al-Qur’an (cerdas cermat Agama). JOGJAS 2025 menjadi ajang yang tidak hanya bersifat kompetitif, tapi juga edukatif dan spiritual.

Apresiasi dan Harapan Setelah Acara Digelar

Luthfi memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme peserta dan dedikasi guru pendamping. Ia menilai acara ini sebagai momen penting dalam membina generus LDII secara komprehensif. “JOGJAS 2025 bukan hanya lomba, tetapi proses pendidikan karakter. Kami ingin generus tidak hanya cerdas secara keilmuan agama, tapi juga memiliki mental percaya diri, kerja sama, dan siap berkontribusi untuk masyarakat. Saya sangat bangga melihat antusiasme para peserta yang luar biasa dan peran aktif para guru yang mendampingi dari awal hingga akhir,” ujarnya.

Luthfi juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini mencatat partisipasi peserta yang mengalami kenaikan dari JOGJAS 3 tahun terakhir. Pihaknya siap menjadikan ajang ini sebagai agenda rutin pembinaan generasi LDII se-Sleman.

Dengan semangat yang menyala dan dukungan guru yang total, JOGJAS 2025 tak hanya mencetak juara lomba, tetapi juga menumbuhkan pribadi yang siap menjadi generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, alim-faqih, dan mandiri.

 

About thesa

Check Also

Safari Tarawih Kabupaten Sleman Digelar di Masjid LDII Al Falah Garongan, Perkuat Silaturahmi dan Pembinaan Generus

Sleman (4/3) – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Safari Tarawih 1447 H pada Selasa (3/3/2026) di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *