
Sleman (21/11) – Untuk meningkatkan akhlaq dan budi pekerti santri, Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan naungan PAC LDII Purwomartani melaksanakan pembelajaran dengan metode interaktif pada Sabtu (16/11/2024). Pokok materi yang diajarkan adalah Tri Sukses Generasi Penerus yaitu santri MDT yang memiliki Akhlaqul Karimah, santri MDT yang Alim dan Faqih dan santri MDT yang memiliki kemandirian. Kegiatan tersebut dilaksanakan di ruang serba guna Masjid Al Fattah yang selama ini menjadi tempat belajar dan pusat kegiatan MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan.
Kepala MDT Al Fattah Kadirojo 2, Muh Amir Khusna menjelaskan kegiatan pembelajaran ini merupakan implementasi pengembangan metode belajar yang dilakukan oleh ustadz dan ustadzah agar para santri bisa lebih memahami dan bisa menerapkan Akhlaqul Karimah, Alim dan Faqih serta Mandiri. “Tiga hal yang menjadi materi pembelajaran karakter di MDT Al Fattah Kadirojo 2 ini merupakan bagian dari 29 karakter luhur yang telah ditetapkan oleh Para Pembina MDT sebagai target dan ciri khas karakter yang dimiliki oleh santri alumni MDT Al Fattah Kadirojo 2 Purwomartani Kalasan,” jelasnya.

Muh Amir Khusna juga menyampaikan bahwa untuk meingkatkan kapasitas tenaga pendidik di MDT Al Fattah Kadirojo 2 Kalasan secara rutin selalu dilaksanakan ToT dan diklat singkat sehingga dalam menyampaikan pelajaran ustadz dan ustadzah tidak terpaku dengan metode konvensional,. “Mereka dipicu untuk mau dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan media baik media dua dimensi maupun tiga dimensu untuk mendukung penggunaan metode pembelajaran yang digunakan di MDT Al Fattah Kadirojo 2 ini,” urainya.
Mewakili Dewan Guru, Ervina Husein sebagai pemateri menyampaikan bahwa dewan guru memilih tema tersebut dikarenakan saat ini faktanya sedang krisis moral karater luhur terutama pada anak usia remaja. Banyak putra-putri generasi bangsa yang pandai dan cerdas, namun minim karakter luhur sehingga dirasa perlu untuk menekankan pemahaman dan penerapan dari pelajaran akhlaq dan budi pekerti yang telah diberikan sejak dini. “Sehingga dirasa wadah MDT ini menjadi ajang yang tepat untuk memberikan materi pembinaan karakter,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Ervina Husein menggunakan media pembelajaran dua dimensi berupa audio video interaktif dan media dua dimensi gambar yang dimainkan dengan metode kanban. Metode yang dilakukan ini diyakini bisa memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik untuk santri sehingga para santri menjadi lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Materi disampaikan dalam dua jam pelajaran (90 menit) dan ditutup dengan sholat maghrib berjama’ah.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia