
Sleman – Bertempat di Masjid Khoirul Mauidzoh, pengajian putri khusus perempuan berusia 17 tahun ke atas berlangsung khidmat pada Minggu (26/01/2025) pagi. Acara yang dihadiri oleh sekitar 434 jamaah ini bertujuan memperkuat pemahaman keagamaan dan menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
H. Doni Wardani membuka pengajian dengan mengingatkan jamaah untuk senantiasa bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan. Beliau menekankan bahwa apa yang kita miliki belum tentu bisa diperoleh oleh orang lain. “Rasa syukur itu akan mendatangkan keberkahan dalam hidup kita,” ujarnya.
Selain itu, Doni mengingatkan agar berhati-hati terhadap dosa kecil yang sering dianggap sepele. “Dosa kecil yang dilakukan secara terus-menerus bisa menjadi dosa besar,” katanya. Beliau juga menyampaikan bahwa amalan kecil yang dikerjakan secara konsisten lebih disukai oleh Allah, sebagaimana dalam hadits Rasulullah SAW yaitu”Amalan yang paling dicintai Allah SWT yaitu yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit,” (HR. Bukhari dan Muslim).
Materi dari Narasumber
Pengajian putri ini diisi dengan materi dalil Al-Quran dan Al-Hadis. Narasumber, Halimatus Sa’diyah, memberikan pencerahan kepada jamaah. Di antaranya yaitu tentang pentingnya peran perempuan dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan memilih lingkungan pergaulan yang baik.
Salah satu dalil yang dikutip dari Rasulullah SAW, yaitu wanita yang paling baik adalah mereka yang mampu menyenangkan suaminya, taat terhadap perintahnya, dan tidak menyelisihinya, sebagaimana dalam hadits: “Pernah ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu (perempuan) yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci,” (HR. An-Nasai).
Selain itu, beliau juga mengingatkan para remaja putri untuk selektif dalam memilih teman bergaul, berdasarkan hadits: “Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya. Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian,” (HR. Abu Daud).
Pengajian ditutup dengan nasehat oleh Umi Salamah yang mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri dan menjadikan momen pengajian ini sebagai refleksi diri. Umi kemudian mengakhiri pengajian dengan mengajak peserta berdoa bersama-sama.
Salah satu peserta, Tiara mengungkapkan bahwa dengan adanya pengajian ini, dapat memperdalam ilmu tentang kewajiban seorang perempuan. “Setelah saya mengikuti acara saya menjadi lebih mengerti tentang kewajiban kita sebagai perempuan. Baik kewajiban untuk birul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua), maupun kewajiban terhadap suami. Kita sebagai orang yang beriman, khususnya perempuan, harus menjaga pergaulan karena pergaulan itu mencerminkan diri,” ujarnya.
Pengajian ini tidak hanya memberikan ilmu agama tetapi juga menjadi ajang silaturahim dan memperkuat ukhuwah islamiyah.
Writer: Hafida
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia