Perkuat Peran Perempuan dalam Rumah Tangga, PC LDII Mlati Bekerja Sama Gelar Pengajian Putri

Perempuan
PC LDII Mlati menggelar pengajian khusus putri yang mendatangkan narasumber dari Kediri, Ustadzah Neneng Karyawati, pada Minggu (26/01/2025) – dok. jurnalis

Sleman – Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kapanewon Mlati menggelar Pengajian Putri pada Minggu (26/01/2025). Kegiatan ini diselenggarakan di Lingkungan Masjid Al Furqon Gedongan, Nglarang, Tlogoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Pengajian ini menekankan kembali peran perempuan dalam rumah tangga sebagai salah satu bentuk ibadah bagi perempuan. 

Pengajian Putri merupakan pengajian khusus untuk perempuan LDII yang berusia 17 tahun ke atas. Sebanyak 309 peserta perempuan PC LDII Mlati dan sekitarnya yang terdiri dari Ibu-ibu, remaja maupun lansia mengikuti kegiatan Pengajian Putri tersebut. Kegiatan dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dibuka oleh H. Suharno, S.Pd. selaku Dewan Penasihat (Wanhat) DPD LDII Sleman. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini perlu dilakukan sebagai ajang untuk menambah ilmu, mencari pahala, serta menambah kenalan ukhuwah islamiyah bagi perempuan-perempuan LDII.

Ike Oktovianingsih selaku Koordinator acara Pengajian Putri menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperbaiki ibadah perempuan LDII. 

“Pengajian ini pengajian putri yang melibatkan perempuan usia mandiri dan ibu-ibu. Tujuannya yaitu agar ibu-ibu dapat memperbaiki ibadahnya, taat pada suami, dan remaja dapat memilih calon suami yang baik,” tutur Ike.

Ike menyampaikan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Keputrian PC LDII kapanewon Mlati serta Ibu-ibu dan remaja masjid Majelis Taklim Al Furqon Gedongan. 

“Alhamdulillah semua peserta antusias, dan bisa mengikuti nasehat dari pemateri,” ujarnya.

Pesan Narasumber

Narasumber utama kegiatan Pengajian Putri ini adalah Ustadzah Neneng Karyawati yang berasal dari Kediri. Ustadzah Neneng menyampaikan dalam paparannya bahwa setiap perempuan memiliki kewajiban dalam rumah tangga. Seorang ibu memiliki dua tugas mulia, sebagai istri untuk taat pada suami dan sebagai orang tua untuk mendidik anak-anaknya. Sementara itu, remaja putri harus memiliki bekal untuk mempersiapkan dan menghadapi kehidupan rumah tangga.

“Kewajiban orang tua adalah tutur, wuwur, dan sembur. Tutur artinya orang tua memiliki kewajiban untuk menasehati dan membimbing anak. Tutur juga berarti orang tua harus mendengarkan dan menjadi orang terdekat bagi anak. Wuwur artinya orang tua membiayai kebutuhan anak. Kalau sembur artinya orang tua memiliki kewajiban untuk mendoakan anak karena doa ibu kepada anak itu mustajab,” paparnya.

Ustadzah Neneng juga menyampaikan bahwa orang tua dan remaja hendaknya berdoa agar memiliki jodoh yang baik. Tidak hanya jodoh yang baik, tetapi juga ibu mertua dan saudara ipar yang baik dan barokah. Selain itu, remaja juga hendaknya memperbaiki dirinya agar menjadi perempuan yang baik dan faham agama. 

“Dalam Al Quran sudah dijelaskan dalam surah An-Nur ayat 26 bahwa laki-laki yang jelek (akhlaknya) itu diperuntukkan untuk wanita yang jelek. Juga wanita yang jelek itu jodohnya laki-laki yang jelek pula. Sebaliknya, laki-laki yang baik itu untuk wanita yang baik dan wanita yang baik (budi pekertinya) itu untuk laki-laki yang baik,” jelas Guru Pondok Wali Barokah Kediri tersebut.

“Berarti mbak-mbaknya yang mau jodoh yang baik dan faham agama, harus diawali dengan dirinya sendiri. Walaupun jodoh itu sudah diatur, ya. Tetapi, kan, kita harus usaha dengan doa tadi dan punya idola (contoh) laki-laki yang baik dan faham agama,” lanjut Ustadzah Neneng.

Kesan Peserta

Salah satu peserta, Sri Puji Astuti, menyampaikan respon baiknya terhadap materi yang dibawakan. Sri juga mengapresiasi panitia yang telah menyiapkan kegiatan tersebut dengan maksimal. Dengan bantuan LCD Proyektor dan pengeras suara, seluruh peserta dapat menerima materi dari narasumber jelas meskipun masjid sarat peserta perempuan.

“Dari awal materi dan nasehat sangat mengena kehidupan sehari-hari saya. Sebagai ibu dan sebagai istri, ilmunya bisa kita terapkan di kehidupan sehari-hari. Sangat bermanfaat,” kesan Ibu yang berprofesi sebagai Guru ini. 

Terakhir, Ustadzah Neneng berpesan agar remaja putri mempersiapkan diri dalam berumah tangga. Ibu-ibu diharapkan dapat lebih memfungsikan diri sebagai orang tua. Baik sebagai istri yang taat dan ta’dhim kepada suaminya, maupun sebagai pendidik bagi putra putrinya. 

Writer: Mike

About KIM DPD

Check Also

PC LDII Prambanan

Perkuat Kerukunan di Bulan Suci, PC LDII Prambanan Ikuti Tarling Panewu Prambanan

Sleman (13/3). Pengurus Cabang (PC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kapanewon Prambanan turut berpartisipasi dalam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *