PAC LDII Tegaltirto Lakukan Pengolahan Sampah Organik untuk Lingkungan yang Lebih Bersih

PAC LDII Tegaltirto
Warga PAC LDII Tegaltirto mengolah sampah organik untuk mengurangi sampah di sekitar Masjid Baitul Izza, Sanggrahan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, Senin (10/2/2025).

Sleman (11/2). PAC LDII Tegaltirto menggelar kegiatan pengolahan sampah organik dengan tujuan mengurangi sampah di sekitar Masjid Baitul Izza, yang berlokasi di Sanggrahan, Tegaltirto, Kapanewon Berbah, Senin (10/2/2025). Kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Acara ini dimulai dengan sosialisasi dari pengurus PAC LDII Tegaltirto yang mengajak warga untuk lebih peduli dengan sampah di sekitar mereka. “Kami mengajak seluruh warga untuk mulai memisahkan sampah organik dan anorganik. Dengan cara ini, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman,” ujar Ketua PAC LDII Tegaltirto, H. Sunardi. Ia berharap inisiatif ini dapat membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir dan sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan.

Salah satu warga setempat, Dwi Wahyono, merasa senang dengan adanya program pengolahan sampah organik ini. “Dulu saya hanya membuang sampah tanpa berpikir apa yang bisa dilakukan. Sekarang, saya bisa mengolah sampah organik di rumah menjadi pupuk yang bermanfaat untuk tanaman saya,” ungkapnya. Dwi Wahyono juga menambahkan bahwa dirinya merasa lebih terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan merasa bangga bisa berkontribusi dalam upaya ini.

PAC LDII Teglatirto
Sampah organik dikumpulkan menjadi satu dalam satu wadah untuk dijadikan pupuk kompos.

Program pengolahan sampah organik ini tidak hanya diikuti oleh warga sekitar masjid, tetapi juga mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan. “Ini adalah langkah kecil yang memiliki dampak besar. Kami berharap warga lainnya juga bisa ikut serta dan menyadari betapa pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah,” kata Usmantoro, salah satu warga yang terlibat.

Kegiatan ini juga mencakup pelatihan pengolahan sampah dengan menggunakan alat sederhana yang dapat dipraktikkan di rumah masing-masing. “Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara yang mudah dan efektif untuk mengolah sampah organik. Ini bisa menjadi solusi praktis yang bisa diterapkan oleh semua warga,” ujar Rofiq, salah satu pengurus masjid naungan PAC LDII Tegaltirto.

Dengan semakin banyaknya warga yang terlibat dalam program ini, diharapkan gerakan pemisahan sampah organik dan anorganik bisa berkembang lebih luas, tidak hanya di wilayah Tegaltirto, tetapi juga di komunitas-komunitas lainnya. Sebagai tambahan, sampah yang telah diolah menjadi pupuk kompos ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah dan mendukung pertanian organik di daerah sekitar.

Kegiatan pengolahan sampah organik ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil yang dilakukan oleh komunitas dapat memberikan dampak positif yang besar bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. (Muis/*)

About admin

Check Also

PC LDII Kapanewon Turi : Safari Tarawih Bupati Sleman sebagai Momentum Penguatan Kerukunan

Sleman (5/3) –  Safari Tarawih Ramadan 1447 H di Masjid Al Falah Garongan, Kalurahan Wonokerto, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *