
Sleman (17/8). Yayasan Insan Prima naungan DPD LDII Sleman menggelar kegiatan Cinta Alam Indonesia kolaborasi dengan Insan Prima Leadership 2026 (CAI x IPL 2026). Kegiatan sebagai wadah kaderisasi dan pembinaan generasi penerus (generus) tersebut berlangsung selama dua gelombang dengan gelombang pertama dipusatkan di Masjid Al Andar pada 31 Juli – 2 Agustus 2026.
Ketua Panitia CAI x IPL 2026, Ihsan Rosyid Wicaksono, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana bagi peserta untuk meningkatkan semangat belajar dan berdakwah yang diimbangi dengan pengamalan serta introspeksi diri.
“Hati-hati dengan semangat belajar yang tinggi jika tidak dibarengi dengan semangat mengamalkan, dan hati-hati dengan semangat menyampaikan dakwah yang tinggi jika tidak dibarengi dengan semangat introspeksi diri,” ujar Ihsan.
Kegiatan gelombang kedua berlangsung di Wisma Sanata Dharma Pentingsari pada 8-9 Agustus 2026. Sebanyak 176 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 144 peserta putra dan 32 peserta putri.

Ihsan menjelaskan, peserta kemudian dibagi ke dalam kelompok homogen berdasarkan unsur serta kelompok hybrid atau heterogen yang menggabungkan peserta dari berbagai unsur. Pembagian tersebut dirancang untuk melatih peserta bekerja sama, berkomunikasi, dan memimpin kelompok dengan latar belakang yang beragam.
Ihsan menyebut, CAI x IPL 2026 digagas dengan menggabungkan dua program pembinaan. CAI menjadi identitas pembinaan spiritual dan kecintaan terhadap alam yang dilaksanakan secara tahunan, sementara IPL diarahkan untuk memperkuat jiwa kepemimpinan generus.
“Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pembinaan spiritual dan karakter, tetapi juga dilatih untuk memiliki kemampuan memimpin, berpikir kritis, bekerja sama, dan mengambil keputusan,” kata Ihsan.
Salah satu agenda utama kegiatan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang mengajak peserta membahas persoalan nyata di tingkat PAC masing-masing. Makalah CAI digunakan sebagai bahan acuan untuk menganalisis permasalahan dengan skema masalah, solusi, dan program action plan.
Hasil pembahasan kemudian dipaparkan di hadapan panelis untuk mendapatkan tanggapan. Sementara itu, kelompok hybrid atau heterogen secara khusus membahas tema pencegahan kemaksiatan dan penerapan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan juga diisi penyampaian makalah CAI, nasihat agama setelah salat magrib dan subuh, serta malam kreativitas berupa pentas seni dari masing-masing peserta.

Pembinaan karakter kemudian diperkuat melalui kegiatan outbound. Peserta mengikuti berbagai permainan di sejumlah pos yang dirancang untuk menerapkan nilai-nilai 29 Karakter Luhur secara langsung melalui kerja sama tim, kepemimpinan, kedisiplinan, dan tanggung jawab.
Kegiatan ditutup dengan awarding dan penutupan. Melalui CAI x IPL 2026, Yayasan Insan Prima berharap proses kaderisasi generus dapat berlangsung secara menyeluruh dengan memadukan pembinaan profesionalisme, religiusitas, karakter luhur, serta kemampuan kepemimpinan.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia