
Sleman (25/8) – Persinas ASAD Pengurus Kabupaten (Pengkab) Sleman baru saja menggelar Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Sabuk Kuning di Komplek Masjid Al-Firdaus, Tlogoadi, Mlati, Sleman pada hari Minggu (25/8/2024). Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 73 kiriman Pendekar silat Persinas ASAD kiriman dari masing-masing Pengurus Kecamatan (Pengcam) di Kabupaten Sleman.
Sejak pukul 7.00 WIB, para Pendekar sudah antusias mengikuti rangkaian acara UKT dimulai dari pembukaan, pemanasan, hingga ujian yang terdiri atas ujian syarat dan doa, ujian jurus Persinas dan juga ujian teori kembangan seperti tangkisan dan bantingan. Koordinator UKT Sabuk Kuning, Agung Prasetyo Eling menjelaskan tujuan di balik ujian kenaikan sabuk ini.
“Untuk jenjang kenaikan tingkat, selama ini latihan ASAD yang sudah (dijalani pendekar) satu-dua tahun ini, maka kami adakan UKT. Ini untuk mengapresiasi adik-adik pendekar dan memberi kesemangatan warga ASAD untuk berlatih silat ASAD,” jelas Agung.
“Alhamdulillah ini acara dari tadi pagi sampai pertengahan acara kami, berjalan dengan lancar,” lanjut Agung.
Agung juga berharap agar para peserta UKT dapat membawa semangat pendekar ASAD guna membina pelatihan ASAD di padepokan mereka. “Harapan kami dengan adanya UKT sabuk kuning agar peserta semakin semangat lagi untuk membantu kelancaran ASAD di kelompok padepokannya masing-masing,” ungkap Agung.
Senada dengan harapan tersebut, Ketua Pengkab Persinas ASAD Sleman, H. Nur Ridho, mengingatkan bahwa para pendekar yang mengikuti UKT ini nantinya adalah pionir. Pionir ini sebagai penggerak di kelompok padepokan, di tingkat pengcam, maupun di tingkat pengkab.

Sebagaimana instruksi Pengurus Besar Persinas ASAD untuk melatih jurus dalam sebulan minimal satu kali. Hal itu menurut Nur Ridho, perlu dirasakan sebagai kewajiban yang harus ditekankan dan dijalankan setiap atlet ataupun pendekar ASAD.
“Ilmu seni bela diri ini adalah hal yang pokok dan utama. Jadi, semua atlet itu wajib menguasai ilmu seni beladiri. Karena kalau sudah berlaga (atau) bertanding di luar, segala kemungkinan akan (bisa) terjadi,” ujar Nur Ridho mengingatkan.
Nur Ridho kemudian menyinggung sepak terjang Persinas ASAD Kabupaten Sleman di dunia perguruan. Nur Ridho menyebut, dari 19 perguruan pencak silat yang ada, perkembangan Persinas ASAD dinilai luar biasa hingga mendapatkan apresiasi Ketua IPSI Sleman. Dalam kejuaraan pencak silat usia dewasa beberapa tahun terakhir Persinas ASAD selalu meraih juara umum dua. Bahkan di tahun 2016, Persinas ASAD berhasil meraih juara satu se-kabupaten Sleman.
Di samping berkiprah di kejuaraan, Persinas ASAD juga rutin mengadakan ujian kenaikan sabuk secara internal. Agung tidak menampik sambutan Ketua Persinas ASAD Pengkab Sleman tersebut bahwa kegiatan UKT sabuk kuning ini tidak lepas dari mempersiapkan calon pendekar ASAD guna mengikuti UKT sabuk biru yang insya Allah digelar pada bulan Desember.
“Dan saya harapkan kalau Anda lulus semuanya nanti di bulan Desember siap, mungkin maju UKT sabuk biru,” sebut Nur Ridho.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia