
Sleman (2/6). Sebanyak 20 ibu wali santri MDT Al Ubaidah antusias mengikuti kegiatan Ibu Belajar #03 yang mengusung tema “Menghidupkan Komunikasi Produktif dalam Keluarga” bertempat di Joglo Kawruh, Berbah, Sleman, Minggu (1/6). Kegiatan ini menjadi ruang belajar yang hangat dan bermakna bagi para ibu untuk memperdalam peran mereka sebagai pendidik utama dalam keluarga.
Acara ini dibuka dan dibimbing langsung oleh Ponikem, S.Pd., M.Hum., seorang guru berprestasi tingkat SMP yang telah banyak menginspirasi dalam bidang pendidikan karakter dan penguatan peran keluarga. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat pertama dan utama dalam menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak.
“Keluarga adalah sekolah pertama bagi anak-anak kita. Maka ibu sebagai guru pertama harus dibekali dengan ilmu, kesabaran, dan kemampuan berkomunikasi yang baik agar tumbuh hubungan yang sehat dalam rumah tangga,” tutur Ponikem di hadapan para peserta.
Acara inti menghadirkan narasumber utama Ayiek Budiyanto, seorang home educator berpengalaman yang mengupas strategi dan praktik komunikasi produktif antara orangtua dan anak. Ia menekankan bahwa komunikasi yang sehat harus diawali dengan membangun koneksi dan empati. Ia juga mengajak para ibu untuk lebih mendengarkan dan memahami anak sebelum memberi arahan atau koreksi.
“Anak-anak tidak hanya butuh arahan, mereka butuh dimengerti. Saat kita mulai dengan koneksi, maka mereka lebih terbuka dan mudah dibimbing,” jelas Ayiek.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh kehangatan. Para peserta diajak berdiskusi, menyampaikan pengalaman pribadi, serta merefleksikan gaya komunikasi dalam keluarga masing-masing. Banyak dari mereka merasa tersentuh dan mendapatkan sudut pandang baru dalam membangun kedekatan emosional dengan anak.
Salah satu peserta, Maylia mengungkapkan kesan mendalam dari kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat membuka wawasan. Selama ini saya terlalu sering menyuruh dan membentak tanpa memahami perasaan anak. Saya merasa sangat terbantu dan berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan secara berkala,” ujarnya.
Program “Ibu Belajar” merupakan inisiatif MDT Al Ubaidah naungan PC LDII Berbah yang didukung oleh Komunitas Pelita Keluarga, sebagai bagian dari gerakan penguatan keluarga berbasis nilai. Kegiatan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik nyata yang dapat langsung diterapkan di rumah.
Kegiatan ditutup dengan sesi refleksi bersama, serta pembagian lembar kerja sebagai panduan praktik komunikasi produktif di rumah. Para peserta pulang dengan semangat baru dan bekal yang bermanfaat untuk membangun keluarga yang lebih harmonis.
Kepala MDT Al Ubaidah, Abdul Muis, S.Pd.I., M.Pd., menyampaikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orangtua dalam proses pendidikan anak, baik secara akademik maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami sangat mendukung kegiatan Ibu Belajar ini. Semoga menjadi gerakan positif yang terus berlanjut dan membawa dampak nyata dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh dari para pengajar dan pimpinan lembaga, “Ibu Belajar” diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam memperkuat sinergi antara rumah dan madrasah dalam mendidik anak-anak bangsa. (*/Muis)
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Mari terus hidupkan diskusi dan berbagi sebagai sarana belajar. Karena hanya dengan belajar kita bisa menjadi lebih baik.
Generus adalah penentu masa depan kit.