
Sleman (19/8). PC LDII Kapanewon Mlati bersama masyarakat RW 46 Pogung Lor, Sleman, menggelar upacara bendera memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Upacara yang diikuti sekitar 400 warga tersebut berlangsung di Kompleks Pendopo Kuliner Sukses Makmur Barokah, Senin (17/8/2026).
Upacara melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari warga setempat, anggota Senkom Mitra Polri, pramuka, pesilat Persinas ASAD, hingga para pedagang Pendopo Kuliner. Ketua RW 46 Pogung Lor, Darman, bertindak sebagai komandan upacara dan memimpin seluruh peserta.
Ketua PC LDII Kapanewon Mlati, Sri Mulyo, mengatakan pelaksanaan upacara menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi penerus. Menurutnya, kemerdekaan tidak lagi diperjuangkan dengan mengangkat senjata, tetapi diisi melalui kontribusi dan kegiatan positif.
“Alhamdulillah untuk persiapan memperingati HUT ke-81 RI ini, kami dari PC Mlati berusaha mempersiapkannya dengan baik. Ini kami niatkan untuk generasi penerus selanjutnya. Bagaimanapun kita ini tidak mengangkat senjata, tetapi perlu mengisi kemerdekaan ini,” ujar Sri Mulyo.
Ia mengapresiasi antusiasme masyarakat Pogung Lor yang turut mengikuti upacara bersama LDII. Sri menilai kebersamaan tersebut menunjukkan pentingnya persatuan antarelemen masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Alhamdulillah, kami LDII dengan masyarakat setempat, terutama di Padukuhan Pogung, bisa menyatu. Kita semua sebagai bangsa Indonesia semestinya bersatu padu sehingga punya semangat maju untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Ketua RW 46 Pogung Lor, Darman, mengapresiasi pelaksanaan upacara yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Ia menilai upacara HUT RI bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan para pahlawan sekaligus membangun semangat generasi penerus.

“Saya sangat bangga karena upacara ini dapat menyemangati warga agar selalu ingat akan jasa para pahlawan. Nantinya, kemerdekaan ini bisa tetap lestari demi kemajuan generasi penerus,” tutur Darman.
Darman juga mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda, agar bijak menggunakan teknologi dan tidak mudah terpengaruh informasi palsu. Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial perlu diimbangi dengan kemampuan menyaring dan memeriksa kebenaran informasi.
“Untuk warga kami maupun saudara-saudara kami dari LDII, jangan lengah dengan teknologi canggih yang banyak sekali membuat kalimat-kalimat hoaks. Jangan sampai generasi muda terjerumus pada informasi hoaks. Pintar-pintarlah menyaring informasi di media sosial,” pesannya.
Sri Mulyo menambahkan, generasi penerus memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan besar oleh para pendahulu. Ia mengajak para pemuda mengisi kemerdekaan dengan kegiatan yang bermanfaat sekaligus menjaga persatuan bangsa.
“Kita berharap generasi penerus, para pemuda ini tetap selalu ingat bahwa Indonesia diperjuangkan dengan darah dan nyawa. Tinggal kemudian kita bertahan dengan selalu menjaga kemerdekaan kita,” tegasnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan kolaborasi antara LDII dan masyarakat Pogung Lor dalam merawat semangat kebangsaan. Kebersamaan berbagai elemen dalam satu barisan upacara menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong masyarakat berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia