
Sleman (20/12) – Sebanyak 85 warga PC LDII Kapanewon Kalasan menghadiri pengajian rutin bagi jamaah yang sudah pernah haji dan umroh. Dilaksanakan di Masjid Al Fattah Kadirojo II Purwomartani Kalasan Sleman Yogyakarta pada Kamis (19/12/2024).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan sekali ini mendatangkan pengisi rutin pengajian Ustadz Wardani dan tausiah dari Ketua Dewan Penasihat PC LDII Kalasan KH. Mulyono, S.Pd. Pada akhir tahun ini mengangkat tema ”Mencari Jalannya Syukur”.
Ustadz Wardani menyampaikan hikmah Al Quran Surat Saba’ ayat 13. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa Allah mememerintahkan langsung kepada Nabi Dawud untuk bersyukur dan mengingatkan bahwa hanya sedikit hambaNya yang bisa bersyukur.

Menutup pengajiannya Ustadz Wardani menyampaikan bahwa umat Islam harus bisa meneladani Nabi Muhammad SAW yang mendedikasikan syukurnya dengan memperbanyak sholat sunnah sampai kakinya bengkak, ketika ditanya oleh Aisyah RA (istri Nabi) kenapa Nabi memperbanyak sholat sedangkan Allah sudah menjamin surga, Nabi menjawab ”Afalaa akuunu ’abdan syakura”.
Selanjutnya KH. Mulyono, S.Pd. memberikan tausiah disarikan dari Al Quran Surat Yunus ayat 58 bahwa Allah memerintahkan kepada Nabi Muhammad SAW agar mengatakan kepada umat-Nya bahwa rahmat Allah adalah karunia yang paling utama, melebihi keutamaan-keutamaan lain yang diberikan kepada mereka di dunia. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan agar mereka bergembira dan bersyukur atas nikmat yang mereka terima, yang melebihi kenikmatan-kenikmatan yang lainnya.

“Usia muda, kesehatan, kekayaan, kesempatan, dan kehidupan adalah nikmat yang harus banyak disyukuri sehingga harus memanfaatkan untuk beramal sebanyak-banyaknya dimasa muda sebelum datangnya masa tua, memanfaatkan kesehatan sebelum datangnya sakit, memanfaatkan masa kaya sebelum datangnya kefakiran, memanfaatkan kesempatan sebelum datangnya masa sibuk, dan memanfaatkan hidup sebelum datangnya mati,” jelasnya.
Sementara itu, Koordinator Jamaah Haji dan Umroh Abdurrohman Al Hasani dalam sambutannya mengingatkan kepada para jamaah untuk sedini mungkin bisa mendaftar ibadah haji untuk keluarga para jamaah karena waktu tunggu (waiting list) keberangkatan haji di Yogyakarta menurut informasi dari kemenag lebih dari 30 tahun. “Jadi apabila saat ini keluarga yang didaftarkan berusia 20 tahun maka diperkirakan ketika usia 50 tahun baru bisa berangkat haji,” katanya.
Dengan dilaksanakannya pengajian rutin untuk warga LDII yang sudah haji dan umroh ini diharapkan para jamaah bisa menjaga kemabruran haji dan umrohnya.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia