
Sleman (16/12) – Pondok Pesantren Mulyo Abadi (PPMA) memulai sesi awal pengondisian pembukaan kajian Sunan Ibnu Majah yang akan berlangsung selama 80 hari ke depan. Kajian ini diikuti oleh santri baru ataupun yang sudah lama berada di Pondok Pesantren Mulyo Abadi. Harapannya, santri yang lama dapat memberikan bimbingan serta arahan kepada santri yang baru.
“Adanya santri lama membuat pengkondisian lebih mudah. Santri senior dapat membimbing dan memberi contoh kepada santri yang baru dikarenakan perbedaan suasana atau kondisi pondok dengan yang pernah mereka ikuti sebelumnya,” jelas Nur Wahadi selaku ketua pondok.
Nur juga menambahkan, target daripada kajian ini adalah santri yang ikut serta dapat memahami dan menjalankannya menjadi keyakinan dan kepahaman pribadi yang nantinya diharapkan dapat ikut andil dalam menyampaikan. Sehingga para santri juga dapat mengimplementasikan ilmu yang didapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu juga sebagai bukti amal saleh dan amar ma’ruf pada pembinaan Quran Hadist.
Pada asrama Hadis Sunan Ibnu Majah ini diharapkan para peserta dapat ikut meramaikan, mengisi waktu, dan berjuang bersama demi menjaga kelestarian ajaran LDII. Hadirnya kajian ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar sehingga lebih banyak mengajak orang untuk ikut tergabung dalam acara ini.
Salah satu santri baru, Khafid Saifullah, menyampaikan tanggapannya mengenai acara yang dilaksanakan. “Kajian ini cukup menarik dan memberikan kesan pertama yang baik terutama bagi kami santri baru, sehingga kami semakin semangat dan yakin untuk mengikuti hadist besar ini,” jelasnya.
Khafid juga menjelaskan motivasinya untuk mengikuti acara ini. “Asrama hadis besar ini memang cita-cita saya sedari dulu. Apalagi, tantangan zaman sekarang yang semakin banyak. Saya harap, saya dapat menyerap ilmu dari para guru dan dapat bergaul dengan teman-teman yang saleh,” pungkasnya.
Writer: Bilqis; Bukit
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia