
Sleman – PC LDII Kapanewon Turi menggelar Pengajian untuk Usia Mandiri (Usman) bertajuk “Are You Ready for Marriage?” (apakah kamu siap untuk menikah) pada Sabtu (14/12/2024). Kegiatan ini diikuti oleh remaja putra dan putri PC LDII Kapanewon Turi usia tamat SMA ke-atas, bertempat di Pendopo Kompleks Masjid Baiturrahman Pojok, Wonokerto, Turi, Sleman.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya pembinaan keagamaan terlebih untuk memberikan pemahaman tentang makna pernikahan sebagai ibadah. Selain itu, untuk menjelaskan pentingnya kesiapan mental dan spiritual dalam pernikahan, serta membantu peserta dalam memahami dan mempersiapkan komitmen untuk menikah.
Ketua Panitia Khoiru Bagus menjelaskan bahwa kegiatan ini berlatarbelakang adanya trend di media sosial mengenai “Marriage is scary”.
“Sekarang ini banyak beredar di media sosial utamanya tentang ketakutan menikah dan kebingungan apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah, dengan kegiatan ini diharapkan peserta dapat mempersiapkan diri secara utuh untuk menikah,” ucapnya.
Bukan hanya itu, Khoiru Bagus berharap adanya pengajian usman ini bisa memberikan wawasan kepada para peserta terkait kolerasi antara ketertiban mengaji terhadap kehidupan berumah tangga nantinya. Dengan demikian, wawasan tersebut diharapkan dapat menyadarkan para peserta untuk tetap lancar dalam kewajiban mengajinya baik ketika di jenjang perkuliahan, bekerja maupun lainnya.
Selain penguatan iman dan akhlak, kegiatan ini juga menjadi ajang diskusi keagamaan yang dikemas dengan talkshow interaktif antara peserta dan pemateri. Dalam kesempatan ini, pemaparan materi disampaikan langsung oleh Pengasuh Ponpes Nur Aisyah Bantul, Ust. Didik Setyawan.
Dalam pemaparan materi, Ust. Didik Setyawan menyampaikan bahwa rumah tangga bahagia dan sejahtera ialah rumah tangga yang penuh ketenangan, kedamaian, dan harmonis. Selain itu, peserta juga diberikan materi mengenai persiapan lahir batin sebelum memutuskan menikah.
Sebagai suami hendaknya menujukkan dirinya sebagai figure yang adil, bijaksana, penuh perhatian, ramah dan lemah lembut tetapi berwibawa. Adapaun figure istri menunjukkan taat, setia, sabar, dan tabah. Dalam menjalani sebuah hubungan pernikahan, keduanya perlu saling mencintai, menyayangi, memperhatikan, menghormati, menghargai, dan saling mempercayai.
“Jodoh itu cerminan diri, jika ingin mendapat suami atau istri yang sholih atau sholihah, maka jadilah diri yang sholih atau sholehah,” ungkapnya.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia
One comment
Pingback: BAHTERA: Bersama Akhiri Tahun dengan Refleksi dan Amal - JOGJA KEREN