Suling Naga ke-10, Perkuat Ukhuwah Lintas Organisasi Islam di Kapanewon Ngaglik

Suling Naga
Suling Naga ke-10 dilaksanakan di Masjid Baitul Jannah, Kapanewon Ngaglik, Minggu (30/8/2026).

Sleman (13/9). Semangat mempererat ukhuwah Islamiyah dan silaturahim antarumat Islam terus terjaga melalui kegiatan Suling Naga (Subuh Keliling Ngaglik, Menjaga Aqidah). Memasuki pelaksanaan ke-10, kegiatan tersebut digelar di Masjid Baitul Jannah, Kapanewon Ngaglik, Sleman, Minggu (30/8/2026).

Suling Naga pertama kali digagas dan dilaksanakan pada 15 Oktober 2025 sebagai ruang silaturahim dan komunikasi bagi ulama, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat di wilayah Kapanewon Ngaglik. Pada pelaksanaan ke-10, Takmir Masjid Baitul Jannah menjadi tuan rumah kegiatan yang dihadiri pejabat, tokoh agama, dan perwakilan berbagai organisasi Islam.

Salah satu yang hadir ialah Iwan, mantan Panewu Ngaglik sekaligus penggagas Suling Naga. Saat ini, Iwan mendapat amanah sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman.

Kehadirannya menjadi momentum untuk mengingat kembali gagasan awal Suling Naga sebagai wadah yang mengedepankan silaturahim, komunikasi, dan persaudaraan di tengah keberagaman organisasi Islam.

Sejumlah organisasi dan lembaga keagamaan Islam turut hadir, di antaranya Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), MTA, LDII, PDHI, dan DMI. Keberagaman unsur tersebut menunjukkan bahwa silaturahim dapat menjadi jembatan untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan masyarakat.

Suling Naga
Peserta kegiatan Suling Naga terdiri dari pejabat, tokoh agama, dan perwakilan berbagai organisasi Islam.

Ketua dan Sekretaris PAC LDII Sukoharjo turut menghadiri Suling Naga ke-10. Kehadiran jajaran PAC LDII Sukoharjo menjadi bentuk partisipasi sekaligus komitmen untuk menjaga ukhuwah Islamiyah, mempererat silaturahim, dan membangun komunikasi dengan berbagai organisasi Islam di wilayah Kapanewon Ngaglik.

Partisipasi LDII dalam forum tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan keagamaan yang harmonis. Pertemuan antartokoh dan organisasi diharapkan dapat memperkuat sikap saling menghargai serta membuka ruang kerja sama untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan Suling Naga ke-10 menunjukkan bahwa silaturahim dan ukhuwah tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang rukun dan harmonis. Dengan semangat “berbeda organisasi, tetap bersaudara”, Suling Naga diharapkan terus menjadi wadah yang mempertemukan ulama, tokoh agama, organisasi Islam, dan masyarakat untuk menjaga kerukunan serta menebar kemaslahatan.

About admin

Check Also

TPA Akhlakul Karimah

Tingkatkan Kreativitas Santri, TPA Akhlakul Karimah Praktik Membuat Mading

Sleman (28/8). Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Akhlakul Karimah naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *