
Sleman(17/10) – Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, H Singgih Januratmoko hadir dan memberikan sambutan pada gelaran Musda VIII LDII Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya ia mendorong LDII Kabupaten Sleman untuk terus memperkuat kontribusi dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan ketahanan sosial masyarakat.
Menurutnya, pembinaan generasi muda melalui kegiatan keagamaan dan penguatan karakter dapat menjadi upaya untuk menghadapi tantangan sosial di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Singgih saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Kabupaten Sleman di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Sabtu (17/10/2026).
Singgih menilai Musda merupakan momentum penting bagi organisasi untuk mengevaluasi pelaksanaan program, menyusun rencana kerja, memperkuat konsolidasi, serta merumuskan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia mengapresiasi berbagai program LDII yang dinilai telah menunjukkan kontribusi dalam pembangunan masyarakat. Menurutnya, kemajuan suatu daerah tidak cukup diukur melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi. Tetapi juga perlu didukung etika, kepedulian sosial, dan kemampuan masyarakat untuk hidup berdampingan dalam keberagaman.
“Kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik atau pertumbuhan ekonomi. Masyarakat yang maju juga harus memiliki etika, kepedulian sosial, dan kemampuan hidup berdampingan dalam keberagaman,” ujarnya.
Peran Strategis LDII dalam Memperkuat Toleransi dan Generasi Muda
Dalam wawancara seusai kegiatan, Singgih menegaskan bahwa LDII diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Menurutnya, kerukunan menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kehidupan bermasyarakat tetap harmonis.
“Kita berharap LDII dapat berperan serta memperkuat ketahanan sosial. Kita harapkan LDII dapat menjadi pelopor dalam menciptakan kerukunan di masyarakat, membangun toleransi, serta memberikan contoh yang baik dalam pergaulan,” kata Singgih.
Ia juga menyoroti tantangan sosial yang dihadapi generasi muda. Karena itu, pembinaan karakter dan kegiatan keagamaan yang terarah dinilai penting untuk membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Singgih mengapresiasi pembinaan generasi penerus LDII yang dilaksanakan secara terprogram melalui pengajian dan berbagai kegiatan pembinaan. Ia berharap upaya tersebut dapat melahirkan generasi muda yang mampu menjadi teladan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
“Saya melihat generasi-generasi LDII ini sangat baik, dengan pengajian dan pembinaan yang terprogram. Saya rasa nantinya mereka dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat,” ungkapnya.
Dorong Program yang Terukur dan Berdampak Nyata
Dalam arahannya, Singgih juga berpesan agar Musda VIII menghasilkan program kerja yang realistis, terukur, dan dapat dilaksanakan. Ia mengingatkan program organisasi sebaiknya tidak hanya terlihat baik dalam perencanaan, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Lebih baik memiliki program prioritas yang benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat daripada terlalu banyak program yang bagus di atas kertas, tetapi sulit dilaksanakan,” tegasnya.
Ia turut mendorong penguatan sinergi antara LDII dan Pemerintah Kabupaten Sleman. Menurutnya, komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dapat membantu memperkuat pemahaman. Selain itu juga dapat menyelesaikan persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Singgih menilai kerja sama yang telah terjalin antara LDII dan Pemerintah Kabupaten Sleman perlu terus dipertahankan dan ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar program organisasi dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta kebijakan pemerintah daerah.
Ia juga mengingatkan bahwa pelaksanaan program yang melibatkan pemerintah perlu memperhatikan mekanisme dan ketentuan birokrasi yang berlaku.
Harapan LDII Bisa Terus Bersinergi dengan Pemerintah
Menutup sambutannya, Singgih berharap Musda VIII LDII Kabupaten Sleman menghasilkan keputusan dan program kerja yang positif bagi organisasi maupun masyarakat. Ia mendorong LDII untuk terus berkembang dan memperkuat perannya sebagai mitra pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, kontribusi organisasi kemasyarakatan akan semakin bermakna apabila diwujudkan melalui beberapa program yang baik. Program tersebut yang memperkuat kerukunan, meningkatkan kualitas generasi muda, dan mendorong kehidupan sosial yang harmonis.
“Harapan kita, LDII dapat tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sleman serta menjadi pendukung pemerintah, sehingga pemerintahan berjalan baik dan masyarakat bisa menikmati hasil karya LDII,” pungkasnya.
Melalui Musda VIII ini, LDII Kabupaten Sleman diharapkan mampu merumuskan arah program yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penguatan karakter generasi muda, toleransi, dan ketahanan sosial demi mewujudkan Sleman yang rukun dan semakin maju.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia