
Yogyakarta – Idul Adha merupakan hari raya yang penuh makna bagi umat Islam. Mayoritas masyarakat Indonesia merayakan Hari Raya Idul Adha 1446 H pada Jumat (6/6/2025) silam. Tak terkecuali santri Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Azizah, Godean, Sleman bekerja sama dengan Pimpinan Cabang (PC) LDII Jetis Kota Yogyakarta dalam memeriahkan ibadah suci kurban ini.
Tahun ini, Ponpes Nur Azizah yang termasuk dalam naungan PC LDII Godean berkolaborasi bersama PC LDII Jetis melakukan pendekatan yang berbeda untuk merayakan Idul Adha. Praktiknya, Warga PC LDII Jetis ikut melaksanalan Solat Ied bersama di Kompleks Pondok Pesantren Nur Azizah. Segera setelah rampung dilanjutkan dengan prosesi penyembelihan hewan kurban bersama.
Warga PC LDII Jetis sudah mulai berdatangan ke lingkungan pondok sejak pukul 6.0o WIB. Santri pondok bersama-sama menyambut kedatangan mereka dengan ramah. Solat ied berjalan dengan lancar.
Usai solat, Bapak-bapak dan Remaja bergotong royong mempersiapkan hewan kurban dan perlengkapannya. Ada lima sapi dan lima kambing yang akan disembelih. Tiga sapi dan lima kambing di antaranya berasal dari PC LDII Jetis. Selebihnya merupakan hasil kurban kolektif dari para Santri dan Guru Ponpes Nur Azizah.
Tanggapan DPD LDII
Wakil Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta yang turut memantau gelaran kurban tersebut, Agus Sugita, S. Pd, memberikan apresiasinya terhadap warga LDII yang berkontribusi dalam acara kali ini.
“Meski ini baru pertama kali dilakukan bagi PC Jetis, kesemangatan dan kekompakkan semua warga terlihat jelas dan luar biasa. Ini juga sebagai bukti berkat dipraktikkannya 29 karakter luhur yang dinasehatkan oleh DPP LDII kepada Kita,”ujar Agus.

Ketua SAKO SPN Kota Yogyakarta ini melihat pelaksanaan kurban PC LDII Jetis kali ini perlu diapresiasi. Hal tersebut dikarenakan pelaksanaan kurban PC Jetis yang biasanya di Masjid Al Manshurin, kali ini bertempat di lokasi lain yang lebih jauh.
Meski begitu, kekompakan antar santri Ponpes Nur Azizah dan warga PC terlihat terjaga dan kuat. Bapak-bapak dan pemuda mengurus penjagalan dan pemotongan tulang. Sementara Ibu-ibu dan santriwati tak kalah semangat dalam memasak dan pemotongan serta penimbangan daging sebelum didistribusikan.
Agus lalu menjelaskan, daging kurban mentah maupun yang sudah diolah juga dibagikan kepada masyarakat sekitar pondok dan masjid. Tidak hanya itu, daging serta masakan juga diserahan langsung oleh ketua PAC Bumijo dan Tegalrejo kepada instansi/ tokoh masyarakat setempat. Demikian sebagai bentuk silaturahmi dan mempererat hubungan antara LDII dan pemerintah setempat.
“Idul Adha adalah momentum bagi kita untuk meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah SWT serta menjadi lebih baik dalam beribadah dan beramal baik. Semoga PC LDII Jetis semakin eksis di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan se-kemantren dan diberikan ganti pahala di sisi-Nya,” harapnya.
Agus berharap, kolaborasi antar kedua PC LDII ini dapat menjadi motivasi bagi warga LDII lainnya untuk semakin mempererat dan meningkatkan kekompakan, baik antar warga LDII maupun dengan masyarakat secara umum.
Writer: Kayyis
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia
Mantab