
Sleman (4/3) – Pemerintah Kabupaten Sleman menggelar Safari Tarawih 1447 H pada Selasa (3/3/2026) di Masjid LDII Al Falah Garongan, Wonokerto, Turi, Sleman. Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sleman, Harda Kiswaya, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, Panewu Kapanewon Turi Joko Susilo, jajaran Pemerintah Daerah, serta tokoh agama dan masyarakat. Sholat tarawih dipimpin oleh Imam H. Thoyib Abdillah.
Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah daerah dan warga LDII sekaligus memperkuat sinergi dalam pembinaan umat dan pembangunan daerah.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Panewu Turi, laporan Takmir Masjid Al Falah, sambutan Bupati Sleman, penandatanganan penamaan Gedung Serba Guna “Budi Luhur”, serta penyerahan bantuan dan cinderamata.
Dalam sambutannya, Panewu Turi Joko Susilo menyampaikan upaya optimalisasi potensi Embung Kali Aji yang terletak di Kalurahan Wonokerto dan Donokerto. Ia menjelaskan bahwa pihak kapanewon bersama para lurah telah membahas penguatan potensi tersebut melalui pembentukan BUMKal Bersama.
Selain itu, Kapanewon Turi juga telah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) terkait optimalisasi Embung Kali Aji. Kerja sama tersebut diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Takmir Masjid LDII Al Falah Garongan, Agus Kurniawan, menyampaikan bahwa pembinaan warga terus berjalan secara berjenjang, mulai dari usia dini hingga dewasa. Pembinaan tersebut bertujuan mencetak generasi penerus (generus) yang memiliki akhlakul karimah, alim dan faqih, serta mandiri.
Ia juga memaparkan rencana pengembangan masjid, termasuk pembangunan pondok pesantren mini serta penambahan fasilitas pendukung kegiatan generus guna menunjang pembinaan yang lebih optimal.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan bahwa safari tarawih pada tahun ini dilaksanakan di lima titik, yakni LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, MTA, dan Hidayatullah sebagai bentuk penguatan kebersamaan antar elemen masyarakat.
Ia mengapresiasi berbagai kegiatan pembinaan yang telah dilakukan di Masjid LDII Al Falah Garongan. Menurutnya, pembinaan karakter yang berkelanjutan sangat dibutuhkan dalam mendukung pembangunan Kabupaten Sleman.

Terkait rencana pengembangan masjid, Bupati mempersilakan takmir untuk mengajukan proposal agar pemerintah daerah dapat mempertimbangkan dukungan yang dapat diberikan. Ia juga menekankan pentingnya nilai “Budi Luhur” sebagai simbol pembentukan masyarakat berakhlak mulia.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan infak dan bantuan dengan total Rp 27.140.000 yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Baznas Sleman, Kementerian Agama Sleman, Bank BPD DIY, PDAM Sleman, Bank Sleman, Kapanewon Turi, Kalurahan Wonokerto, serta infak jamaah tarawih.
Kementerian Agama Sleman juga menyerahkan enam mushaf Al-Qur’an, lima mukena, serta satu paket alat kebersihan. Baznas Sleman turut memberikan santunan kepada fakir miskin dan yatim piatu.
Melalui Safari Tarawih ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah dan warga LDII dalam membangun masyarakat yang religius, rukun, dan berakhlak mulia.
Author: Bagus
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia