
SLEMAN (1/6) – Suasana kebersamaan dan semangat kemandirian terlihat jelas di kalangan remaja Masjid naungan LDII Pimpinan Anak Cabang (PAC) Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, pada Jumat 30 Mei 2025. Bertempat di salah satu rumah anggota, para remaja berkumpul untuk mengikuti pelatihan membuat Dimsum.
Dimsum sendiri merupakan hidangan khas Tiongkok berupa camilan kecil, seperti siomay dan hakau, yang kini populer di Indonesia. Diadaptasi dengan cita rasa lokal dan pilihan halal, Dimsum menjadi bagian dari gaya hidup kuliner masyarakat urban.
Acara ini dirancang tidak hanya untuk mengisi waktu luang, tetapi juga memberikan bekal keterampilan praktis bagi para peserta. Terlihat muda-mudi, baik putra maupun putri, dengan antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan Dimsum. Dari mulai adonan, mencampur bahan isian, hingga proses melipat dan membentuknya, semua dilakukan secara mandiri.
Salah satu panitia menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan agar remaja memiliki ketrampilan dan kemandirian. “Kami ingin para remaja tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki bekal keterampilan bermanfaat,” ujar salah satu panitia penyelenggara. Panitia juga menyampaikan bahwa Membuat Dimsum ini dipilih karena prosesnya cukup menyenangkan, bisa dikerjakan bersama, dan hasilnya bisa dinikmati bersama.
Suasana akrab dan penuh canda tawa mewarnai sepanjang acara. Para peserta terlihat saling membantu, bertukar tips, dan mengoreksi satu sama lain dalam proses pembuatan Dimsum. Ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif untuk mempererat tali persaudaraan di antara muda-mudi LDII PAC Sukoharjo.

Di akhir acara, wajah-wajah ceria terpancar jelas saat mereka melihat hasil karya Dimsum buatan tangan mereka sendiri. Beberapa wadah berisi Dimsum yang telah matang siap untuk disantap bersama. Pelatihan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian dalam diri para muda-mudi, serta memotivasi mereka untuk terus belajar dan berkreasi di berbagai bidang.
Kegiatan seperti ini merupakan salah satu program rutin LDII dalam membina generasi muda agar memiliki karakter yang mandiri, produktif, dan berakhlakul karimah. Dengan bekal keterampilan seperti membuat Dimsum, diharapkan mereka dapat lebih siap menghadapi tantangan di masa depan dan bahkan berpotensi membuka peluang usaha baru.
Writer: Haviz
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia