Sleman – Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Sleman resmi ditutup, pada Minggu (5/12/2021) malam. Dengan mengedepankan musyawarah mafakat, Musda VII mengangkat secara aklamasi Suwarjo, S.IP., M.Si., sebagai ketua terpilih DPD LDII Kab. Sleman periode 2021-2026.
Dalam orasinya, Suwarjo menegaskan bahwa ia akan berusaha menjalankan amanah dengan penuh tanggungjawab. “Semoga kami mampu menjalankannya dengan baik,” ujar Suwarjo, S.IP., M.Si., yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII DIY.
Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., menyambut baik dan merasa senang atas terpilihnya Suwarjo sebagai Ketua DPD LDII Sleman. “Beliau pernah menjabat selaku Dekan di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) dan terlibat aktif di dalam beberapa kegiatan. Dari segi usia, beliau juga tidak jauh dari saya dan (masih) termasuk generasi milenial. Kami yakin kepengurusan yang baru ini akan lebih berenergi. Semoga hasil kepengurusan baru ini lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Atus memaparkan delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yakni wawasan kebangsaan, dakwah islam, pendidikan umum, ekonomi syariah, pertanian dan lingkungan hidup, kesehatan dan pengobatan herbal, informasi dan teknologi, serta energi baru terbarukan (EBT).
“Mewujudkan 8 bidang pengabdian LDII bukanlah hal yang mudah. Dengan terbatasnya SDM, silahkan Sleman memilih dari 8 bidang ini. Kami dari provinsi melihat (banyak) potensi Sleman di bidang lingkungan hidup dan obat-obatan herbal,” imbuh Atus yang juga dosen Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bagaimana potensi kekayaan alam dalam pengembangan obat-obatan herbal?
Berbekal penelitian yang telah banyak dilakukan dan dipublikasikan, Atus mengajak LDII Sleman untuk menggali potensi tumbuhan di Gunung Slamet. “Sleman memiliki Gunung Merapi yang tidak dimiliki kabupaten lain. Ini menarik. Kami di Fakultas Kehutanan meneliti ada tumbuhan bawah di lereng Merapi yang memiliki kandungan senyawa antioksidan lebih tinggi daripada bahan-bahan import,” pantik Atus.
Dilansir dari penelitian dosen Fakultas Kehutanan UGM yang telah diterbitkan di Jurnal Tumbuhan Obat Indonesia, terdapat 50 spesies tumbuhan obat yang berpotensi sebagai penghasil senyawa antioksidan. Sembilan belas tumbuhan memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat, tiga di antaranya adalah harendong bulu (Clidemia hirta), senggani (Melastoma candidum), dan meniran (Phyllanthus urinaira). Selain itu, tumbuhan tersebut juga berpotensi sebagai antikanker dan efek hepatoprotektif (pelindung hati).
“Selain di bidang lingkungan hidup dan pengobatan herbal, DPD Sleman juga dapat melakukan pengabdian di bidang lainnya. Sleman memiliki banyak kampus dan tentunya memiliki potensi sumber daya manusia yang baik. Dengan begitu, pengabdian di bidang lain akan semakin mudah,” tandas Atus.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia
One comment
Pingback: Pengukuhan Pengurus Baru, LDII DIY Tekankan Pentingnya Keteladanan – DPD LDII SLEMAN