Home / Kabupaten / Tinggi Peminat, Pelatihan Tata Rias Dibanjiri Pemudi LDII

Tinggi Peminat, Pelatihan Tata Rias Dibanjiri Pemudi LDII

YOGYAKARTA – Bidang Keputrian Dewan Perwakilan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Sleman menggelar Pelatihan Keterampilan tata rias syari dan pekerjaan rumah tangga yang diselenggarakan di Masjid Mulyo Abadi pada Minggu 29 September 2019.

Pelatihan Keterampilan ini wajib diikuti oleh pemudi dari usia Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) hingga 30 tahun yang belum menikah. Dalam acara ini siswi-siswi usia SMP kelas 7 sampai kelas 11 SMA dikenalkan dan diajari pekerjaan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan pemudi-pemudi yang berusia kelas 12 SMA hingga 30 tahun berlatih make up undangan pernikahan yang sesuai quran dan hadis. Pelatihan riasan kondangan diawali demo tata rias natural gaya korea oleh MUA bersertifikat, Dhian Faritasari. Jumlah peserta membludak jauh melebihi perkiraan awal sekitar 125 orang. Setiap peserta merasakan pengalaman dirias maupun merias teman satu grup. Meski banyak peserta menyayangkan waktu yang dinilai terlalu singkat untuk merias, beberapa pasangan membuktikan kebolehan riasan rapi dan menarik dalam waktu terbatas. Sementara itu, para peserta keterampilan pekerjaan sehari-hari mempraktikkan langsung beberapa rutinitas khas rumah tangga antara lain cara membersihkan ruang tamu, ruang tidur, dapur, halaman dan penggunaan vacuum cleaner.

Dituturkan oleh Koordinator Bidang Keputrian PPG Insan Mulia DPD LDII Sleman, Nurul Baiti Solikha, S.Pd., kegiatan ini diadakan karena adanya kekhawatiran terhadap pemudi LDII mengenai gaya dan penampilan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan adanya pelatihan keterampilan, pemudi LDII dapat menerapkan tata cara make up yang mencocoki aturan dalam Al Quran dan Al Hadis. Selain itu, pemudi LDII dilatih dalam hal pekerjaan rumah tangga.

“Melihat Pemudi LDII saat ini yang kemana-mana ingin tampil menarik dan tidak ingin ketinggalan zaman, maka kami membuat pelatihan keterampilan make up agar mereka dapat menerapkan di kehidupan sehari-hari mereka dan tetap berdasarkan Al Quran dan Al Hadis. Kami juga mengadakan pelatihan pekerjaan rumah tangga, agar mereka pemudi usia SMP sampai SMA kelas 11 tahu cara mengurusi rumah tangga,” tegasnya.

Nurul juga mengharapkan acara yang diikuti sebanyak 235 pemudi tersebut dapat memberikan keterampilan dalam berhias diri dan menyelesaikan pekerjaan rumah tangga serta menerapkannya, dan diharapkan mereka kelak siap dalam menghadapi kehidupan berumah tangga.

Seorang pemudi LDII menyampaikan kesannya bahwa pelatihan ini memberikan bekal untuk tahap kehidupan yang akan datang dan berharap agar acara semakin berkembang dan terus bertahan untuk generus selanjutnya.

“Meski saya sudah terbiasa dengan pekerjaan rumah namun dengan adanya acara ini kami benar-benar dikenalkan lebih dalam tentang cara membersihkan rumah layaknya seorang ibu, sehingga kami tahu dan (ini) menjadi bekal kami ke depan. Mungkin untuk acara selanjutnya, supaya lebih menarik lagi sehingga banyak yang hadir dalam mengikuti acara ini. Dan tetap dipertahankan untuk generasi selanjutnya, ” kata Aurelia Lintang Nurlail (16).

Menyambung kesan positif Aurelia, pemudi LDII lainnya, Serly Armeliana Delvi, mengatakan, “Acara ini sudah baik karena dari ini kami diajarkan bagaimana teknik berhias yang tidak berlebihan tetapi tetap terlihat indah. Untuk acara ini (harapan saya) supaya tetap berlanjut untuk generus seterusnya. Dan lebih ditingkatkan dan diperbaiki lagi program-program kerja. Seperti make up ini supaya diajarkan makeup zaman now, seperti  make up a la korea yang lagi hit.” (Ami/LINES)

About hildha lines

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *