Home / Kabupaten / LDII DIY Dorong Semangat Berorganisasi bagi Kalangan Remaja

LDII DIY Dorong Semangat Berorganisasi bagi Kalangan Remaja

Sleman – Ketua terpilih Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPW LDII) Provinsi DIY periode 2021-2026, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D. menyoroti pentingnya keilmuan dalam rangkaian proses regenerasi. “Taffaqohu qobla antusawadu. Mari pahamkanlah diri kita sebelum dipasrahi (amanat),” ujarnya dalam sebuah acara Pengajian Remaja LDII wilayah Sleman Barat, Minggu (21/11/2021).

Pengurus Remaja LDII Sleman wilayah barat menyadari bahwa regenerasi merupakan keniscayan di dalam sebuah organisasi. Proses yang panjang perlu dilalui, hingga seseorang dinyatakan siap meneruskan estafet organisasi. Istilah bahasa Jawa menyebutnya tidak bisa ujug-ujug. Hal ini tentu melibatkan kesiapan fisik, pengetahuan, maupun kecapakan umum.

Pengajian bertema “Ke-LDII-an” ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti oleh remaja LDII dari 27 majelis taklim di wilayah binaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sleman wilayah barat.

Atus Syahbudi Memberikan Materi dalam Pengajian Remaja LDII (Minggu, 21/11/2021)

Bagaimana Pentingnya Berorganisasi bagi Kalangan Remaja?

Pertanyaan yang muncul di kalangan generasi penerus (generus), “Bagaimana andil generasi penerus LDII di dalam organisasi, khususnya di zaman sekarang ini?

Menurut Atus, setidaknya ada 3 hal mengapa generus LDII harus ikut andil dalam sebuah organisasi. Dengan berorganisasi, generus dapat mengasah kemampuan berkomunikasi. Kemampuan ini dapat berupa penyampaian ide kepada orang lain maupun menolak argumentasi orang lain dengan cara yang baik. Kedua, organisasi dapat mengasah kemampuan berbahasa yang dituangkan dalam tulisan maupun bentuk karya lainnya. Ketiga, organisasi dapat menjadi wadah nyata dari kontribusi para generus.

Musyawarah Nasional (Munas) LDII telah menetapkan tagline resmi organisasi yaitu Profesional-Religius. Melalui tagline ini, para generus diharapkan mampu menjawab tantangan zaman secara profesional dengan tetap berpedoman pada norma agama/nilai religi. “Kembali kepada para muda-mudi, sejauh mana kita sudah siap? Kuasai apa yang kamu bisa,” pantik Atus yang juga Dosen di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada.

Selama pengajian, para generus dibekali tentang sejarah berdirinya LDII, asas, visi, dan misi organisasi, legalitas organisasi, 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa, hingga jumlah DPD, Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-DIY. “Harapannya, generus dapat berkontribusi pada 8 bidang pengabdian LDII untuk bangsa, sesuai dengan kemampuan dan bidangnya masing-masing,” pungkasnya.

About anwar rovik

Check Also

Perindah Lingkungan Masjid, LDII Sleman Gaungkan Program Tamanisasi

Sleman – Pandemi Covid-19 telah merubah banyak tatanan kehidupan. Pemerintah mengeluarkan berbagai program pengendalian penyebaran …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *