Tumbuhkan Keterampilan: Pembekalan Dasar-Dasar Memasak untuk Ide Usaha

Pembekalan Memasak
Bidang Keputrian PPG Insan Mulia menggelar Pembekalan Masak untuk remaja putri dari jenjang SMP/sederajat hingga 30 tahun, Sabtu (3/2/2024).

Sleman (3/2) – Di era modern seperti saat ini, semua hal bisa dengan instan didapatkan hanya dengan membuka aplikasi smartphone tertentu. Sehingga membuat remaja-remaja jaman sekarang cenderung malas dan kurang antusias untuk mencoba melakukannya sendiri, contohnya seperti memasak.

Menanggapi hal tersebut, DPD LDII Kabupaten Sleman melalui program Penggerak Pembina Generus (PPG) Insan Mulia menggelar Pembekalan Memasak, Sabtu (3/2/2024) yang dihadiri oleh 103 peserta. Bekerja sama dengan Perempuan LDII Sleman, pembinaan ini menghadirkan 6 pakar memasak dan dilaksanakan di Masjid Al-Firdaus, Tlogoadi, Mlati.

Ketua Bidang Keputrian PPG Insan Mulia, Umi Salamah, mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh remaja putri berusia SMP/sederajat hingga 30 tahun. Beliau juga mengungkapkan tujuan pembekalan untuk menumbuhkan keterampilan kewanitaan, khususnya memasak sehingga bisa berwirausaha sendiri di era serba canggih seperti sekarang.

“Kegiatan ini dilaksanakan agar bisa memunculkan skills koki dari para peserta sehingga tumbuh keinginan untuk membuka usaha sendiri di rumah di era serba online ini,” tutur Umi Salamah.

Pembekalan Memasak
Penjelasan saat pembekalan memasak

Dengan menumbuhkan keinginan belajar memasak, tentu mendatangkan banyak manfaat kedepannya, seperti lebih antusias untuk mencoba hal baru dan mandiri. Selain itu, bisa membuat masakan yang sesuai dengan selera pribadi dan beruntung lagi untuk dijadikan ide wirausaha. Dibandingkan membeli makanan cepat saji, tentu perlu mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan terkadang tidak sesuai dengan selera lidah masing-masing.

Tentor, pakar memasak yang dihadirkan, dibagi menjadi 3 kelompok memasak berdasarkan tingkat kesulitan dan target pembelajarannya. Terdiri dari kelas pra remaja (jenjang SMP/sederajat), remaja (jenjang SMA/sederajat), dan usia mandiri.

Salah satu tentor, Khusnul Khotimah, memimpin berlangsungnya kelas memasak pra remaja. Tahu kentucky, nugget tempe, telur kribo, dan sambal krecek adalah menu yang diajarkan kali ini. Sesekali di saat peragaan, Ibu Khusnul memberikan tips dan trik memasak supaya bisa mendapatkan hasil masakan yang sempurna.

Pembekalan Memasak
Khusnul Khotimah, tentor masak, menerangkan tips dan trik kepada peserta jenjang SMP/sederajat.

“Kalau ingin mencampurkan bawang putih, alangkah baiknya digoreng dahulu. Jika baputnya mentah, maka harus diaduk sampai benar-benar rata, jika tidak nanti bawangnya mak pyar (meledak) di mulut,” ucap Bu Khusnul menambahkan.

Di kutip dari salah satu partisipan kelas Ibu Khusnul Khotimah, Nurul Salma Cinta mengatakan,” Acara ini seru banget sih! Kita bisa praktek langsung cara masaknya. Pembelajarannya juga diselingi bercanda sehingga enggak terlalu tegang dan cocok dengan gaya belajar anak-anak muda sekarang.”

Nilai-nilai pencapaian dari kegiatan ini tentu sukses tersampaikan oleh para partisipan. Kegiatan ini memperkenalkan dasar-dasar memasak, budgeting belanja bahan olahan, hingga trik-trik penyajian agar hidangan terlihat menggugah selera.

Harapan dari kegiatan ini adalah semoga kegiatan tersebut bisa diadakan kembali dengan membawa materi pembekalan yang lebih advance dan lebih bervariasi. Dengan pembekalan ini, dapat menjadi wujud kemandirian untuk membuka usaha makanan sendiri.

Author: Kayis

About Miftah Qoily

Check Also

BBPPM Yogyakarta

Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, LDII DIY Kunjungi BBPPM Yogyakarta

Yogyakarta (21/12) – LDII DIY bersama sejumlah aktivis desa, pemuda, kelompok tani, perikanan dan ormas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *