Sleman (22/12) – Pimpinan Cabang LDII Kapanewon Kalasan kembali menggelar pengajian keputrian yang berfokus pada ilmu dan praktik thaharah (bersuci). Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Al Fattah Kadirojo 2, Kalasan, Sleman pada Minggu (22/12/2024) ini diikuti 121 peserta. Peserta mulai dari anak-anak kelas 5 SD (usia 11 tahun) yang didampingi orang tua, hingga remaja putri berusia 30 tahun yang belum menikah. Kegiatan ini merupakan Bagian dari Program Kerja DPD LDII Sleman yang dilaksanakan di masing – masing PC yang mampu melaksanakan. Adapun peserta pengajian ini adalah remaja putri di wilayah Kapanewon Kalasan.

Sebelumnya, DPD LDII Sleman telah melaksanakan pengajian serupa di beberapa masjid di bawah naungan PC LDII di wilayah Sleman sejak bulan November lalu.
Pengajian kali ini menghadirkan Ustazah Nadia Fauzia, S. KG. sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Ust. Nadia menekankan pentingnya menjaga kesucian bagi wanita. “Thaharah sangat penting bagi wanita agar selalu dapat menjaga kesucian diri. Ada ancaman siksa kubur bagi yang tidak bisa menjaga kesucian,” ujarnya.
Pembahasan Mendalam tentang Mandi Wajib dan Cara Menyucikan Najis
Ust. Nadia juga menjelaskan materi tentang mandi wajib (mandi junub), yang wajib dilakukan setelah wanita mengalami menstruasi setiap bulannya dan sebelum melaksanakan salat serta ibadah lainnya. Selain itu, ia juga menerangkan cara mensucikan badan dan pakaian dari najis. Ia menjelaskan bahwa badan yang terkena najis harus disiram dan disucikan dengan air mengalir, sedangkan pakaian yang terkena najis harus dibilas dengan air mengalir sebelum dicuci dengan sabun.

Sesi praktik menjadi bagian penting dalam pengajian ini. Ust. Nadia mendemonstrasikan secara langsung cara mensucikan lantai yang terkena najis. “Praktik ini bertujuan agar semua peserta dapat memahami cara membersihkan lantai yang terkena najis dengan menggunakan satu kain kering untuk menyerap air najis dan dua kain basah untuk membersihkan lantai tersebut,” jelasnya.

Diah Nur Laila, salah satu peserta, mengaku sangat terbantu dengan materi yang disampaikan. “Materi ini sangat bermanfaat bagi saya karena memperdalam ilmu saya. Saya juga bisa praktik langsung cara membersihkan lantai jika terkena najis,” ungkapnya.
Diah berharap kegiatan yang diselenggarakan DPD LDII Sleman ini dapat meningkatkan pemahaman tentang cara menjaga kesucian dan mensucikan tempat atau barang yang terkena najis, mengingat ancaman bagi orang yang tidak bisa menjaga diri dari najis.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia