
Sleman, 26 Desember 2024 —- Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Pengajian Akbar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan cara hybrid online dan offline di seluruh majelis taklim Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII di DIY. Di antara PAC yang mengikuti kegiatan tersebut, Jamaah majelis taklim di PAC Sardonoharjo, sejak pukul 19.30 WIB telah memenuhi Masjid Baitul Karim, Candi Karang, Ngaglik, Sleman. Beberapa Jamaah bahkan sudah bersiap dengan mengikuti solat Isya berjamaah di Masjid.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustaz Rosyid Kurniawan, menciptakan suasana yang tenang dan penuh berkah. Selanjutnya, agenda utama berupa pemaparan materi konsolidasi organisasi disampaikan oleh Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, S.Hut., M.Agr., Ph.D., IPU. yang menyoroti berbagai aspek penting terkait perkembangan organisasi LDII di DIY. Atus Syahbudin juga menyampaikan progres pembangunan Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM) yang telah melampaui target awal. Gedung yang berlokasi di Jalan Tirtodipuran Nomor 44, Mantrijeron, Yogyakarta ini dipromotori langsung oleh DPW LDII DIY dan dibangun dari sumbangish setiap warga LDII di DIY.
“Gedung ini bernama “Gedung Serbaguna Mantrijeron” karena gedung ini akan digunakan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat, tidak hanya untuk kalangan intern LDII saja,” kata Atus Syahbudin.
Selain itu, Ketua DPW LDII yang juga berprofesi sebagai Dosen di Kampus Gadjah Mada ini menyinggung penguatan kepengurusan di organisasi LDII. Ia menekankan pentingnya peran akademisi terutama dari generasi muda (generus) dalam mendukung berjalannya visi organisasi LDII yang cerah kedepannya.
Sejalan dengan hal itu, Ketua DPD LDII Sleman, Suwarjo, S.Ip., M.Si., menjelaskan LDII dari sisi Ormas berbasis keagamaan pastinya memerlukan keterlibatan anak muda dalam memperkuat kerja organisasi. Tidak hanya dalam kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan organisasi, gagasan anak muda juga dibutuhkan secara langsung menjadi bagian dari kepengurusan organisasi.
“Ide dan gagasan anak muda ini diperlukan bagi organisasi untuk merespon secara positif terhadap dinamika perubahan dan tantangan yang dihadapi masyarakat, lebih-lebih saat ini masyarakat didominasi generasi muda gitu kan..,” sambung Suwarjo yang bekerja sebagai dosen jurusan administrasi publik ini.
Salah satu dinamika yang terjadi saat ini adalah masifnya pengaruh media sosial. Generasi muda saat ini telah merasakan kekuatan media sosial yang saat ini telah menjadi pembentuk opini publik. Maka, gerakan literasi media sosial seperti “Gerakan Bijak Bermedia Sosial” saat ini penting dalam meningkatkan citra organisasi di kalangan masyarakat.
“Keterbukaan informasi sekarang ini kan memberikan peluang adanya berita dan informasi yang sifatnya negatif. Atas dasar itulah, LDII mengajak segenap elemen masyarakat umumnya terutama generasi muda LDII untuk bijak bermedia sosial, saring dulu sebelum sharing. Membiasakan bertabayyun atau menggali informasi yang lebih mendalam ketika kita mendapatkan berita yang diragukan kebenarannya.” lanjut Suwarjo.

Acara diakhiri dengan nasihat agama dan doa yang dipimpin oleh Bapak Sugiarto selaku Dewan Penasihat DPW LDII DIY. Dalam nasihatnya Beliau mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah islamiyah, berkontribusi untuk masyarakat, hingga terus meningkatkan kualitas spiritual dan profesionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pengurus dan warga LDII, sekaligus mempersiapkan langkah-langkah strategis menghadapi tantangan dan peluang di tahun 2025. Semoga program-program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang luas, tidak hanya untuk LDII, tetapi juga untuk masyarakat di DIY secara keseluruhan.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia