
Sleman – Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kalurahan Sendangadi tetap menunjukkan semangat gotong royong yang tinggi. Hal ini terlihat dari jumlah hewan kurban yang dikurbankan oleh warga naungan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Sendangadi tersebut mencapai 12 ekor sapi dan 35 ekor kambing. Penyembelihan hewan-hewan kurban tersebut dilaksanakan di dua hari, yakni Jumat dan Sabtu (07/6/2025).
Di hari Jumat, Warga PAC Sendangadi melaksanakan qurban di Masjid Mulya Abadi. Pada hari berikutnya, warga PAC yang tergabung dalam jamaah Masjid Darul Huda dan Masjid Baitussalam melaksanakan kurban. Meski dilakukan di hari yang berbeda, antusiasme Warga LDII sama-sama tinggi sebab dalam pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong.
Surono selaku Ketua PAC Sendangadi mengaku bersyukur menyaksikan kekompakan warga LDII dalam menyambut ibadah kurban tahun ini. Dari penyembelihan hewan kurban tersebut, daging-daging tersebut dibagikan pada semua jamaah yang melaksanakan ibadah kurban.
“Alhamdulillah dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit, warga LDII Kalurahan Sendangadi tahun ini bisa melaksanakan kurban sebanyak itu dan saling bantu membantu,” ujar Surono.
Pererat Tali Silaturrahmi
Tak hanya itu, Ketua PAC Sendangadi juga menerangkan bahwa proses distribusi daging kurban juga disalurkan kepada warga sekitar lingkungan masjid-masjid. Serta disalurkan ke beberapa pondok pesantren yang rutin menjalin kerja sama dengan LDII. Langkah ini diharapkan dapat mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya menurut Surono, jumlah hewan kurban tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Ini dikarenakan banyaknya jamaah yang ber-gotong royong untuk berkurban secara kolektif 1/7 sapi maupun juga satu ekor kambing secara mandiri
“Di Masjid Baitussalam, misalnya, sebelumnya hanya 4 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Tahun ini meningkat menjadi 6 ekor sapi dan 20 ekor kambing,” jelas Pria paruh baya ini. Hal serupa juga terjadi di Masjid Mulya Abadi dan Masjid Darul Huda.
Semangat Kurban
Menutup wawancara, Ketua PAC LDII Sendangadi berharap agar semangat berkurban terus tumbuh di tahun-tahun mendatang. Ia mengingatkan kembali makna kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, meneladani kisah Nabi Ibrahim dan Ismail. Kurban tidak diukur dari seberapa banyak harta seseorang, tapi lebih pada ketakwaannya kepada Allah.
“Dengan berkurban, Kita berharap Allah memberikan rezeki yang melimpah dan juga berkah-Nya. Khususnya kepada mereka yang telah menyisihkan hartanya.” pungkasnya.
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia