
Sleman (2/6) – PAC LDII Kalurahan Sukoharjo sukses menyelenggarakan pengajian khusus dengan mengambil Tema “Tata cara Peramutan Jenazah”. Acara yang bertempat di Masjid ini dihadiri oleh warga LDII Kalurahan Sukoharjo. Pengajian ini diisi oleh Ustaz Budi Santoso sebagai pemateri Utama di dampingi oleh Luqman Fachrizal, S.Kom sebagai Asisten. Ustaz Budi menyampaikan pentingnya tenaga yang siap dan mampu untuk merawat Jenazah. “Perawatan jenazah laki-laki dan perempuan memiliki perbedaan. Oleh karena itu, dibutuhkan tenaga yang siap dan mampu merawat jenazah dengan benar. Untuk itu, diperlukan pelatihan mulai dari proses memandikan, mengafani, hingga menguburkan jenazah” Ungkap Budi Santoso.
Berikut Petunjuk Tata cara Peramutan Jenazah yang disampaikan pada Pelatihan yang diselenggarakan PAC LDII Sukoharjo :
- Hal – hal yang diperhatikan ketika orang akan meninggal, atau sakaratul maut, maka supaya menuntun/mentalkin bacaan tahlil (laa illaha Illahi). Setelah meninggal matanya di pejamkan, tangan di sedakepkan, kaki di luruskan, di tutup dengan kain jarik.
- Keluarga musyawarah memberitahu aparat setempat (ketua RT), menyiapkan perlengkapan peramutan jenazah. Siapa yang membuat dan menyebarkan berita lelayu, menyiapkan tempat dan perlengkapan pemandian jenazah (sabun, sampo, kapur barus, daun bidara agar tidak cepat membusuk), kain penutup, handuk.
- Perwakilan keluarga ada yang membantu peramutan memandikan jenazah, di dalam ada yang menyiapkan kain kafan, dipotong sesuai panjang mayat, di tambah beberapa senti ke atas dan bawah untuk pocong, siapkan tenda dan perlengkapannya, jangan lupa hubungi pejabat setempat;
- Di tunjuk petugas pendorong jenazah, personil yang dibawah Liang lahat, yang mendo’akan, mengatur pelayat yang akan mensholatkan jenazah, membantu keluarga setelah menguburkan
- Di tunjuk petugas yang memandikan, ada yang mengafani, laki – laki oleh laki – laki, jenazah perempuan oleh perempuan. Aurat tetap harus terjaga.

Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari peserta aktif bertanya dan berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang sering muncul dalam proses peramutan jenazah. “Pengajian ini sangat bermanfaat. Selama ini saya hanya tahu secara umum, tapi setelah ini saya merasa lebih yakin dan siap jika harus berhadapan langsung dengan situasi tersebut,” ungkap salah satu peserta.
Pengajian serta pelatihan peramutan jenazah ini merupakan salah satu program rutin PAC LDII Kalurahan Sukoharjo dalam upaya meningkatkan kualitas keagamaan dan sosial masyarakat. Diharapkan, melalui kegiatan semacam ini, silaturahmi antar warga semakin erat dan pemahaman ajaran Islam semakin mendalam.
Writer: Haviz Alwan
DPD LDII SLEMAN Lembaga Dakwah Islam Indonesia