Berkonsepkan Ramah Lingkungan, Rakweril LDII DIY 2023 Berseragam Eco Print

Rakerwil LDII DIY
Dengan memperhatikan ramah lingkungan, Rakerwil LDII DIY menggunakan baju dan souvenir bermotifkan Eco Prrint produksi dari Omah Fatma, Minggu (26/11/2023).

Sleman (26/11) – Rapat Kerja Wilayah LDII (RAKERWIL) DIY 2023 mengambil langkah inovatif dengan mengusung tema “Mewujudkan SDM Nasional Religius untuk Memperkuat Keistimewaan Yogyakarta Dalam Bingkai NKRI Menyongsong Indonesia Emas 2045,” Minggu (26/11/2023). Salah satu sorotan utama dari acara ini adalah penggunaan seragam Eco Print yang tidak hanya unik tetapi juga ramah lingkungan.

Konsep Eco Print pada seragam ini menjadi keunikan tersendiri dengan memberdayakan limbah organik dedaunan. Proses ini sesuai dengan program LDII DIY yang menekankan pentingnya pengelolaan limbah dengan nilai ekonomi. Dengan menggunakan kain katun dan motif-motif dari limbah organik, seragam ini menjadi simbol kepedulian terhadap lingkungan.

Ira Fatma, pemilik Omah Fatma dan desainer di balik konsep Eco Print, menyatakan bahwa ia telah membuat sebanyak 80 kain seragam dan 20 souvenir VIP dalam Rakerwil LDII DIY. Terkhusus perempuan, terdapat tambahan hiasan baju berupa tenun Klaten sehingga menciptakan variasi yang unik.

Motif seragam dan souvenir ini berasal dari daun-daunan yang biasanya dibuang sehingga menjadi kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya alam. Bahan-bahan yang digunakan, seperti kulit bawang bombai, daun jati, daun afrika, daun kalpataru, dan daun kayu putih.

“Konsepnya memang sustainable banget, mulai dari kainnya, jelas kainnya pakai kain katun, terus motif-motifnya juga pemanfaatan limbah organik dari tanaman itu. Biasanya setelah daun itu kering, nanti cuma dibakar. Tapi ternyata dibalik itu, sebenarnya daun-daun itu bisa dipakai dan dijual sehingga konsep baju ini ramah lingkungan,” kata Ira Fatma.

Desainer yang memiliki pengalaman sejak tahun 2013 di dunia batik dan mengenal Eco Print sejak 2017, menjelaskan bahwa motif pertama Eco Print ini akan memudar setelah 1-2 tahun dipakai dan sering dicuci. Namun, kain dapat dikembalikan dan direproduksi kembali tanpa biaya tambahan.

“Pelanggan cuma bayar di depan, tapi after sell-nya gratis jangka panjang. Cukup datang ke Omah Fatma, nanti diproduksi lagi,” tambah Ira Fatma.

Dengan inovasi ini, RAKERWIL LDII DIY 2023 tidak hanya menjadi acara evaluasi dan perencanaan, tetapi juga menjadi perwujudan nyata dari komitmen LDII terhadap keberlanjutan dan kepedulian terhadap lingkungan. Seragam Eco Print bukan hanya sebuah pakaian, melainkan simbol perubahan positif menuju Indonesia Emas 2045.

About Miftah Qoily

Check Also

Pasca Pelantikan, Ini Harapan Ketua DPD LDII Sleman untuk Pengurus FORSGI

Sleman – Seorang atlet sepak bola selain harus menguasai teknik dan skill dengan baik, juga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *